Kamis, 23 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Realisasi Pendapatan RSUD Cilegon Capai Rp63 Miliar

Admin

| 24 Desember 2021

| 22:13 WIB

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Realisasi pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggung Rawi Kota Cilegon hingga 24 Desember 2020 mencapai Rp63 miliar atau sekitar 80 persen dari target Rp75 miliar.

[adrotate group="5"]

“Sampai dengan hari ini kita ternyata pendapatannya baru mencapai sekitar Rp 60 milyar. Paling nambah nanti di atas tanggal 25 mereka (BPJS Kesehatan) janji mau bayar sekitar Rp 2,5 milyar. Jadi otomatis sekitar Rp 63 milyar, berarti kalau 63 dari 75 persennya itu kisaran hanya 80 persen,” kata Plt Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Kota Cilegon Ade Nuryani kepada Ekbisbanten.com, Jum’at (24/12/2021).

Menurut Ade Nuryani, sebelumnya target pendapatan RSUD Cilegon sebesar Rp 84 miliar. Namun karena pandemi Covid-19, target tersebut mengalami penyesuaian.

“Target pertama itu di reguler 2021 itu targetnya itu Rp 84 milyar, tapi di perjalanan pas Oktober itu gak sampai, sehingga dengan pesimis nilai itu gak akan tercapai kita minta turun dari 84 di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) itu disesuaikan targetnya menjadi 75 milyar,”

“Kita sih sebenernya dengan optimisme prediksi perhitungan kita itu tercapainya hanya sekitar Rp 70 milyar malah, tapi di ACC akhirnya okelah Rp 75 milyar,” sambung Ade.

Selain faktor pandemi, Ade melanjutkan, belum tercapainya target pendapatan pada 2021 lantaran kunjungan pasien ikut menurun.

“Yang pertama turun drastis ini adanya di tahun pandemi ini 2020-2021. 2019 kita masih bagus tuh, karena 2019 belum ada cerita pandemi. RSUD itu kan dijadikan rujukan untuk perawatan pasien covid, otomatis masyarakat jadi takut. Takut tertular intinya,” jelasnya.

Ketakutan masyarakat terhadap pandemi Covid-19 akhirnya mempengaruhi jumlah pasien yang biasanya datang ke RSUD Kota Cilegon untuk melakukan perawatan medis.

Ade mengungkapkan, setidaknya dirinya mencatat perbandingan pasien yang melakukan rawat inap dan rawat jalan di tahun 2019 dengan tahun 2021 terpaut sangat jauh.

“Perbandingan pasien jauh banget. Jangan ambil yang tahun 2020 karena pandemi, 2019 belum ada pandemi kita rawat inap aja 15 ribuan selama setahun, sekarang sampai dengan kemarin itu cuma 5.500, berarti cuma sepertiganya, sekitar 60 persen turunnya untuk rawat inap. Yang untuk rawat jalan 2019 pasiennya itu bisa sampai 100 ribu, sekarang cuma 40 ribu,” ungkapnya.**

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top