Selain langkah langkah untuk melawan SARS-CoV-2, Dr. Mori tertarik pada efek keseluruhan dari ion Plasmacluster pada sistem pernapasan, Tim Dr. Mori melakukan eksperimen secara independen di Universitas Columbia menggunakan peralatan teknologi Plasmacluster yang disediakan oleh Sharp Corporation.
Komentar dari Dr. Munemasa Mori, Asisten professor, Fakultas kedokteran, Universitas Columbia
Saya tertarik dengan bagaimana teknologi Plasmacluster, dengan kemampuan yang dapat mengurangi virus untuk membantu sistem pernapasan manusia, sehingga tim dan saya melakukan pengujian.
“Kami melakukan percobaan memasukan ion Plasmacluster langsung ke selepitel pada saluran pernapasan yang dibedakan dari sel induk spesifik jaringan manusia dan mengamati perubahan penanda lendir.Ini merupakan hal yang sangat bermanfaat karena dapat membantu meringankan gejala asma pada tingkat sel. Kami sangat senang untuk melakukan penelitian lebih lanjut dari efek ion Plasmacluster pada sel epitel saluran napas menggunakan sel turunan pasien, efek jangka panjang, mengeksplorasi mekanisme yang berpotensi dan hal lainya. Saya menantikan perkembangan teknologi Plasmacluster yang selanjutnya dapat berkontribusi menjadi sebuah terapi baru,” ujarnya.
Selama lebih dari 20 tahun sejak tahun 2000, Sharp telah mempromosikan pemasaran akademik*7 untuk menunjukkan efektivitas teknologi Plasmacluster di lembaga pengujian pihak ketiga independen di Jepang dan luar negeri. Sejauh ini, termasuk demonstrasi ini, 13 lembaga pengujian di luar Jepang telah membuktikan efektivitasnya dalam menekan aksi zat berbahaya seperti bakteri Serratia di udara yang merupakan sumber infeksi yang didapat di rumah sakit (Dr. Melvin W. First, AS), influenza yang ditularkan melalui udara. virus (Institute Pasteur, Vietnam), dan efektivitas klinis dalam mengurangi risiko infeksi tuberkulosis di rumah sakit tuberkulosis (Pusat Nasional Tuberkulosis dan Penyakit Paru, Georgia). Tidak hanya itu Plasmacluster pun telah diklarifikasi keampuhannya dalam menekan virus, jamur, dan bakteri (Profesor Gerhard Artmann, Jerman). Menekan aktivitas zat berbahaya, termasuk alergen tungau, serta efektivitas klinis dalam mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak dengan asma dan pencegahan dan pengobatan dermatitis atopik pada tikus.
Dengan penemuan potensi efek baru dari teknologi Plasmacluster, yang dapat mengurangi gejala asma pada saluran pernapasan manusia, Sharp akan terus menunjukan kefektifan teknologi Plasmacluster secara aktif tidak hanya di Jepang tetapi juga secara internasional untuk memberikan kontribusi sosial lebih lanjut.
“Teknologi Plasmacluster tidak hanya dibenamkan pada produk penjermih udara namun juga pada AC, lemari Es, mesin cuci, hair dryer, dan sampai tahun 2021 penjualannya sudah mencapai hingga 100 juta unit diseluruh dunia,” ungkap Yudha Eka Putra selaku Produk Manager Air Purifier & AC, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID). (*)