Selasa, 21 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Filosofi Ketupat: Dari Lebaran, Luberan Sampai Leburan dan Laburan

M. Chairul Arifin

| 18 April 2024

| 13:06 WIB

Ilustrasi filosofi ketupat. (Foto: Dok. Ekbisbanten.com)

Oleh: M. Chairul Arifin
Penulis merupakan Purnabakti Kementerian Pertanian sekaligus Alumni Universitas Airlangga (UNAIR)

KETUPAT pasti di jumpai hampir di setiap rumah tangga yan merayakan Idul Fitri. Di hari yang fitri tersebut mungkin perut kita seharian diisi oleh ketupat dan lauk pauk gandengannya yaitu opor ayam yang bersantan lezat, sambel goreng kentang ati, karang binaci dan sayur papaya muda yang diiris kecil-kecil campur dengan tahu goreng dilengkapi dengan rendang.

Seolah mau melepas rasa lapar puasa yang sebulan penuh, maka perut kita diisi juga dengan kue kering yang dulu biasa dibuat beberapa hari sebelum 1 Syawal tiba oleh para ibu yang berpeluh keringat di depan pemanas oven.

Kandungan Gizi

Tetapi tahukah anda, tentang ketupat itu?. Ketupat yang berbahan dasar beras lalu dimasukkan pada tempat anyaman janur dengan bentuk prisma segi empat itu ternyata memiliki makna yang dalam. Sejak abad 15-16 Masehi ketika Islam memasuki tanah Jawa, ketupat banyak dijadikan makanan penting sesudah 1 Syawal. Agar orang berpuasa maka sesudah puasa Ramadhan 30 hari lalu dirayakan jadi Lebaran dengan menu ketupat. Kandungan gizinya dari berat 160 gram mengandung hanya 32 kkal, dan 43,2 gram karbohidrat, 0,112 gram lemak serta 2,24 gram protein.

Di jaman Sunan Kalijaga, ada 2 jenis ketupat yaitu Bakda lebaran dan Bakda ketupat. Bakda lebaran artinya ketupat yg disantap waktu 1 Syawal dan Bakda ketupat, dinikmati seminggu sesudah 1 Syawal . Biasanya sehari sesudah lebaran orang masih berpuasa Sunnah selama 6 hari dan dirayakan jadi Lebaran ketupat kalau sudah usai.

Arti Ketupat

Apa arti ketupat ? Ketupat dari kata ‘Ngaku lepet dan Laku papat’ disingkat jadi ketupat. Ngaku lepet artinya mengakui kesalahan kita selama ini dan laku papat kesalahan kita yang empat.

Sehingga 1 Syawal itu dapat dimaknai sebagai Lebaran yaitu telah usai nya kita melakukan ibadah puasa dan merayakannya 1 Syawal (lebar arti kata bar selesai). Kedua, ‘Luberan’ yaitu melimpah harta kita sehingga dapat diberikan pada fakir miskin. Mungkin ini ibaratnya zakat dan sadaqah kita. Ketiga, ‘Leburan’ yaitu semuanya lebur, kembali kepada Allah SWT dan kita saling maaf memaafkan. Dan keempat Laburan’ yaitu ibaratnya dinding yang putih bersih sama dengan tindakan kita yg akan datang agar tetap menjaga kebersihan dan kesucian.

Filosofi Ketupat

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top