Jumat, 21 Juni 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

TMMD ke-119 Kodim 0602/Serang, Merajut Harapan Masyarakat Desa Bojong Pandan

Esih Yuliasari

| 25 Maret 2024

| 14:00 WIB

TMMD
Ilustrasi keberhasilan program TMMD ke-119 Kodim 0602/Serang. (FOTO: ESIH/EKBISBANTEN.COM).

EKBISBANTEN.COM – Udara dingin menyapa pagi, sahut menyahut suara ayam berkokok membangunkan setiap mata yang terlelap sekaligus pertanda matahari mulai menyinari bumi.

Embun yang sedari malam bergantungan di dedaunan mulai berguguran, tetapi tidak dengan harapan karena sejatinya hal tersebut digantung setinggi langit.

Pagi itu, suasana sejuk seolah menusuk daging hingga ke tulang-belulang. Seteguk kopi pantasnya menjadi teman yang menghangatkan.

Setelah seteguk seruputan kopi itu, dari kejauhan, terlihat sekelompok tubuh berbadan tegap memasuki desa Bojong Pandan yang menyuguhkan hawa dingin.

Mereka mengenakan atribut lengkap, mulai baret, seragam serta membawa perlengkapan perang. Beberapa pasukan elit itu kian mendekat, mereka mempunyai misi-visi operasi khusus di bawah komando pimpinan.

Setelah beberapa saat diperhatikan dengan seksama, ternyata mereka adalah anggota TNI yang membawa senjata berupa pacul, wagon, dan “perlengkapan perang” lainnya.

Adapun “perlengkapan perang” itu tidak digunakan untuk menyerang musuh atau benteng pertahanan lawan, tetapi digunakan untuk kemajuan dan mewujudkan cita-cita yang telah lama diidamkan warga.

Ya, “perlengkapan perang” yang dibawa tim khusus tersebut semata-mata untuk menjalankan tugas mulia yang telah diprogramkan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 0602/Serang.

Salah satu sudut Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.

Kondisi Desa Bojong Pandan dan Permasalahan yang Dihadapi

Desa Bojong Pandan merupakan sebuah desa yang berada di ujung Kabupaten Serang tepatnya di Kecamatan Tunjung Teja.

Secara geografis, luas Desa Bojong Pandan ini adalah 3,87 Km². Di mana sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bojong Catang,  sebelah barat berbatasan dengan Desa Kamuning, sebelah Selatan dan Timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak.

Mayoritas penduduk di Desa Bojong Pandan bermata pencaharian sebagai petani dan buruh harian lepas. Belum lagi angka pengangguran di Desa tersebut pun masih terbilang tinggi.

Bahkan tidak sedikit masyarakat di Desa Bojong Pandan merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD). Hal ini membuat Desa Bojong Pandan terkesan menjadi Desa tertinggal.

Anak-anak sekolah di Desa Bojong Pandan menggunakan perlintasan kereta api sebagai jalan alternatif untuk pergi dan pulang sekolah. Padahal hal itu sangat membahayakan tapi menjadi pilihan.

Permasalahan lainnya yakni sulitnya akses jalan di Desa Bojong Pandan yang mengharuskan masyarakat baik orang tua maupun anak-anak berjalan di atas perlintasan kereta api untuk ke tempat yang dituju.

Sebagai contoh, banyak siswa-siswi menggunakan jalan ini untuk berangkat ke sekolah dan Ibu-ibu berjalan di perlintasan kereta api ini pergi ke sawah.

Seyogyanya, ada jalan besar yang bisa digunakan masyarakat akan tetapi mereka harus berputar sejauh 3 kilometer. Karenanya masyarakat memilih jalan pintas itu meski membahayakan.

Tokoh masyarakat Desa Bojong Pandan saat menceritakan kejadian naas yang menimpanya.

Tokoh masyarakat Desa Bojong Pandan yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah, H. Hidayat menceritakan kisahnya yang harus terhempas kereta api pada 2013 lalu saat berjalan di perlintasan kereta api Bojong Pandan.

Kala itu, ia hendak pergi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak dan harus melintasi rel kereta. Bersyukur H. Hidayat dapat diselamatkan meski hingga saat ini dirinya harus duduk di atas kursi roda.

Mendengar kabar dibangunnya akses jalan oleh Satgas TMMD Kodim 0602/Serang agar masyarakat tidak berjalan di perlintasan rel kereta api, membuat H. Hidayat menitikan air mata.

“Alhamdulillah berkat bapak TNI. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap kami semoga dengan adanya jalan pintas ini, tidak ada lagi korban kecelakaan yang tersambar kereta api seperti saya,” katanya.

Salah satu rumah tidak layak huni yang diperbaiki dalam TMMD ke-119 Kodim 0602/Serang.

Begitu banyaknya rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Bojong Pandan juga menjadi permasalahan lainnya yang ada di sini.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top