Sabtu, 18 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung Gelar Istigosah dan Haul Akbar di Milad ke-23

Muhamad Yuswan

| 6 Agustus 2023

| 12:29 WIB

Ratusan masyarakat antusias menghadiri kegiatan istigosah dan haul akbar dalam rangka memperingati milad atau hari jadi ke-23 tahun MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung pada Sabtu, Agustus 2023. (FOTO: MUHAMAD YUSWAN/EKBISBANTEN.COM)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung menggelar kegiatan istigosah dan haul akbar dalam rangka memperingati milad atau hari jadi ke-23 tahun pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Acara istigosah dan haul akbar pada milad atau hari jadi ke-23 tahun MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung ini digelar di halaman sekolah, di Kampung Cipantun, Desa Pakuncen, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Acara istigosah dan haul akbar ini dihadiri ratusan masyarakat Tanjung, jajaran dewan guru dan para alumni dari tahun 2000 hingga 2020.

BACA: Bisa Tingkatkan Keimanan Kepada Allah SWT, Ini 99 Asmaul Husna Lengkap Beserta Artinya

Kepala Sekolah MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung Alimani mengatakan, acara istigosah dan haul akbar pendiri MTs Tanjung tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas berdirinya lembaga pendidikan agama Islam di wilayah pegunungan selama 23 tahun.

Selain itu, acara istigosah dan haul akbar yang dirangkai dalam memperingati hari jadi ke-23 sebagai wujud kecintaaan dan khidmah para alumni kepada para guru yang telah tutup usia menghadap ilahi.

“Kami mengadakan acara ini untuk mengirimkan doa kepada para pendiri dan guru-guru kita yang telah mendahului (wafat). Dalam rangka Tahadduts Bin Ni’mah itulah kita mengadakan acara doa bersama ini dibalut dengan acara reuni diisi dengan istigosah dan doa bersama. Doa bersama ini ditujukan bagi orang tua (guru-guru) ataupun pendululu yang sudah tiada,” ujar Alimani kepada Ekbisbanten.com.

BACA: Al Muktabar Berhentikan Seluruh Direksi dan Komisaris PT Jamkrida Banten

Alimani mengatakan, berdirinya MTs Al-Jauharotunnaqiyah Tanjung dilatarbelakangi oleh tingginya minat warga terhadap dunia pendidikan. Khususnya pendidikan dalam bidang keagamaan islam.

Meski berada di dataran pegunungan, tidak menyurutkan warga Tanjung dan sekitarnya menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan. Karena sebelumnya, warga yang ingin melanjutkan sekolah menengah pertama harus jalan kaki belasan hingga puluhan kilo meter menuju akses lembaga pendidikan.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top