PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Libur Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Sebab hanya di waktu tersebut biasanay seluruh keluarga bisa hadir lengkap sehingga bisa berlibur secara bersama-sama.
Meski begitu, saat berlibur ke beberapa objel wisata semua orang harus waspada terhadap aksi kejahatan yang bisa saja terjadi. Salah satu titik rawan terjadinya pencurian adalah, lahan parkir yang berada di kawasan objek wisata dan Masjid.
Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji, melalui Kabag OPS Polres Pandeglang, Kompol Yogie Roozandi menerangkan, jika saat libur lebaran biasanya terjadi penumpukan kendaraan di objek-objek wisata Pandeglang.
Hal tersebut tentu bisa memancing para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Dijelaskannya, objek yang menjadi incaran tidak hanya kendaraan secara langsung, melainkan juga bisa terjadi pada atribut lain seperti helm, spion, dan sebagainya.
“Lahan parkir di wisata itu biasanya rawan pencurian. Biasanya kan saat lebaran masyarakat berbondong-bondong untuk ke tempat wisata. Saat terjadi penumpukan itu lah biasanya pelaku melancarkan aksinya,” katanya, Selasa (2/4/2024).
Menurutnya, bukan hanya objek wisata yang menjadi incaran para pencuri. Akan tetapi, tempat ibadah pun bisa menjadi sasaran tempat pencurian.
“Tak hanya parkir tempat wisata, penumpukan kendaraan juga biasanya terjadi di area parkir masjid saat masyarakat melaksanakan sholat Idul Fitri. Kemudian, tidak hanya kendaraan secara langsung yang dicuri, melainkan juga bisa terjadi pada atribut lain seperti helm, spion, dan sebagainya,” terang Yogie.
Yogie mengatakan, bahwa kemungkinan terjadinya pencurian saat Idul Fitri menjadi lebih besar karena tentunya masyarakat menjadi lengah saat melaksanakan sholat.
“Jadi, kalau perlu gunakan kunci ganda. Kemudian helm serta perlengkapan kendaraan lainnya juga diperhatikan,” harapnya.
Menurutnya, aksi pencurian juga kemungkinan besar bisa menyasar rumah atau kawasan perumahan yang kosong saat ditinggal mudik lebaran.
“Ketika rumah ditinggal boleh dititipkan terlebih dahulu ke tetangga atau RT/RW setempat. Jangan lengah dan pastikan rumah dalam keadaan terkunci, pelaku pencurian juga biasanya terlebih dahulu melakukan pemantauan untuk mengetahui waktu-waktu yang sekiranya kepolisian atau petugas keamanan lengah,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Yogie mengaku bahwa kepolisian rutin melaksanakan rapat evaluasi dan mengidentifikasi setiap kasus yang terjadi dan melakukan patroli di perumahan yang kosong akibat ditinggal mudik lebaran.
“Kami memiliki satgas khusus, untuk melakukan patroli pencegahan aksi pencurian. Selain itu, patroli juga biasanya rutin dilakukan melalui Babinkamtibmas serta dari Satuan Intel,” imbuhnya. ***