Jumat, 14 Juni 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Karantina Pertanian Cilegon Rilis Lima Besar Komoditas Ekspor dengan Nilai Tertinggi Per April 2023, Ini Daftarnya

and

| 12 Mei 2023

| 07:31 WIB

Balai Karantina Pertanian Cilegon
Salah seorang petugas tengah memeriksa kelayakan dedak gandum yang menjadi komoditas ekspor terbesar di Balai Karantina Pertanian Cilegon. (Foto: Istimewa)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki tanah sangat subur. Maka, tidak heran bila hasil alamnya pun melimpah ruah.

Mulai dari rempah-rempah sampai komoditi bahan pangan menjadi hasil alam yang dimiliki Indonesia, bahkan hingga diekspor ke mancanegara.

Balai Karantina Pertanian Cilegon sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati merilis 5 besar dari 10 komoditas ekspor produk pertanian.

Adapun 5 besar dari 10 komoditas ekspor produk pertanian dengan nilai tertinggi pada April 2023 yang melenggang di pasar global, baik asal sub sektor perkebunan, peternakan dan tanaman pangan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon seperti dikutip dari sosial media Karantina Pertanian Cilegon yang bersumber dari IQFAST SYSTEM Inhouse adalah sebagai berikut:

1. Dedak Gandum

Dedak gandum merupakan produk samping dari proses penggilingan biji gandum menjadi tepung. Dedak gandum diekspor untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk pakan ternak karena memiliki kadar protein dan nutrisi yang tinggi.

Jumlah dedak gandum asal Indonesia yang diekspor pun memiliki volume yang sangat besar yakni 11,5 ribu ton dengan negara tujuan Cina, Jepang, dan Papua New Guinea.

2. Minyak Sawit

Minyak sawit merupakan minyak nabati yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa.

Minyak yang dihasilkan dari pohon kelapa sawit asal Indonesia yang diekspor pun memiliki jumlah volume 3,3 ribu ton dengan negara tujuan Cina.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top