Minggu, 16 Juni 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Indonesia – Meksiko Jalin Kerja Sama Imbal Dagang Business-to-Business

Admin

| 5 Juli 2021

| 09:12 WIB

Secara terpisah menanggapi penandatanganan MoU ini, Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag Marthin mengatakan, Kemendag sedang menggencarkan kerja sama imbal dagang B-to-B sebagai upaya membuat terobosan baru di bidang kerja sama perdagangan luar negeri.

“Saat ini Kemendag sedang mencoba menjajaki suatu kerja sama imbal dagang B-to-B. Upaya ini diharapkan dapat menjadi suatu terobosan baru untuk menggerakkan sektor perdagangan, meningkatkan ekspor nasional, dan memulihkan perekonomian secara keseluruhan, terutama dalam menghadapi tantangan krisis global saat ini akibat pandemi Covid-19,” ungkap Marthin.

Marthin menambahkan, selama ini imbal dagang identik dengan pembelian alat pertahanan dan keamanan oleh Kementerian Pertahanan.

“Namun, saat ini kami mencoba terobosan baru yang diharapkan dapat membawa hasil yang positif bagi perekonomian nasional,” kata Marthin.

Sejak awal 2021, Kemendag menjajaki secara intensif skema imbal dagang B-to-B dengan 35 negara di dunia.

Selain Meksiko, terdapat setidaknya sembilan negara yang menyambut baik inisiatif Indonesia tersebut. Kesembilan negara yaitu Turki, Rusia, Afganistan, Jerman, Belanda, Prancis, Filipina, India, dan Iran memberi respons positif untuk melanjutkan pembahasan secara teknis.

Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Nina Sulistyowati menyambut baik peningkatan skema imbal dagang B-to-B untuk mendorong ekspor.

“Kami selaku perusahaan yang sebagian besar sahamnya milik negara turut mendukung inisiatif Kemendag melalui kerja sama skema imbal dagang B-to-B, khususnya untuk meningkatkan ekspor nasional dan memulihkan ekonomi Indonesia. Tentunya penandatanganan MoU ini masih dalam tahap awal antarbadan pelaksana imbal dagang dalam membuat komitmen kerja sama. Kami berharap dalam waktu dekat transaksi riil dapat segera kita wujudkan,” kata Nina.

Untuk diketahui, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Meksiko pada periode Januari–April 2021 tercatat sebesar 477 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Meksiko tercatat sebesar 381 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Meksiko sebesar 96 juta dolar AS, sehingga surplus bagi Indonesia sebesar USD 285 juta.

Sedangkan pada 2020, total perdagangan nonmigas kedua negara tercatat sebesar 1,13 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Meksiko sebesar 861 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Meksiko sebesar 269 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus terhadap Meksiko sebesar 592 juta dolar AS. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Meksiko pada 2020 antara lain kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, alas kaki, karet dan barang dari karet, serta pupuk.

Sedangkan komoditas impor utama Indonesia dari Meksiko antara lain mesin dan peralatan listrik, mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan bagiannya, tembaga, dan perangkat optik. (*/ismet)

]]>

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top