Sabtu, 18 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Berantas Kemiskinan, DPUPR Banten Luncurkan Program Inovatif Baja Mantra

Budi Man

| 1 Desember 2023

| 16:53 WIB

Pj Sekda Virgojanti ( keempat kanan) dan Kepala DPUPR Arlan Marzan (kelima kiri) berfoto bersama Jajaran Pemprov dan Kabupaten Kota Banten dalam penandatanganan kerja sama program Baja Mantra di Aula Lt 7 DPUPR Banten, Kamis (30/11/2023). Foto: Budiman/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Walau langit mendung, senyum Pj Sekda Banten Virgojanti menyumbang suasana cerah dalam gedung bertingkat yang dihadiri para pejabat daerah dan provinsi. Tepatnya di Aula lantai 7 Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Banten, Virgo semangat membuka program Baja Mantra. 

Bangun Jalan Mantap Untuk Rakyat atau Baja Mantra, program inovatif yang digagas DPUPR Banten itu, diyakini mampu memberantas kemiskinan yang ada di Tanah Jawara. Memang, Provinsi Banten sedang konsen untuk menghilangkan kemiskinan yang ada. Bak angin segar, program mantap sesuai namanya, bakal membangun jalan untuk akses masyarakat di kabupaten kota yang ada di ujung Barat Pulau Jawa. 

“Program Baja Mantra merupakan program inovasi dari Kepala DPUPR Banten, dapat menjadi salah satu program inovatif dalam rangka upaya mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Banten, dikaitkan dengan kondisi pengentasan kantong-kantong kemiskinan di daerah-daerah tertinggal,” ujar Virgo dengan mantap usai membuka FGD di Aula DPUPR Banten, Kamis (30/11/2023). 

Program ciamik itu, bakal terlebih dahulu menyasar wilayah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Diharapkan, pekerjaan rumah memberantas kemiskinan di Banten bakal tuntas dengan pembangunan jalan yang dimulai tahun depan itu. 

“Dua kabupaten yang menjadi PR kita dalam rangka upaya pengentasan angka kemiskinan ini, yaitu Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Nah mudah-mudahan program ini bisa diimplementasikan dan memberikan kemanfaatan untuk masyarakat, terutama membuka akses masyarakat,” jelas Virgo. 

Memang, keterkaitan antara kemiskinan dan infrastruktur atau kondisi jalan bagai dua sisi mata uang. Keduanya berkaitan, jalan yang mulus tentu turut memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Pun demikian dengan pemerintah daerah, layanan berbasis bantuan ekonomi dan kesehatan terbantu dengan jalan yang mantap. 

“Membantu ekonomi, kemudian kesehatan untuk hadir ke pelayanan kesehatan,pendidikan dan juga memudahkan masyarakat untuk mengangkut hasil-hasil produksi yang ada di desa ke kota,” terangnya. 

“Di samping itu, juga memudahkan kita di pemerintah untuk memberikan akses layanan terkait dengan bantuan-bantuan sosial, bantuan layanan kesehatan dan sebagainya. Juga mengurangi dari sisi inflasi harga, karena kalau jalur distribusinya bagus, terbangun dengan baik, maka pemenuhan barang dan jasa bisa lebih cepat dan lancar, bisa diakses oleh masyarakat,” sambungnya. 

Menyambung Virgo, sang penggagas program Baja Mantra, Kepala DPUPR Banten Arlan Marzan berujar, konsep besar dari program ini ketika masyarakat di pedesaan bingung mengadukan jalan yang rusak pada siapa. 

Padahal, kata Arlan, salah satu kunci agar pembangunan jalan berjalan lancar ada pada koordinasi antar lembaga. Walaupun, pembangunan jalan membutuhkan waktu tak sebentar karena terbentur status jalan dan anggaran. 

“Konsep besarnya adalah ketika masyarakat di desa-desa, kemudian lokasi lainnya yang mengalami jalan rusak, kadang-kadang suka terbentur ngomong ama siapa. Ini prinsipnya, bagaimana program jalan ini bisa diintervensi semua, kan kita udah punya UU Nomor 2 tahun 2022, kita punya Inpres kaitan konektivitas jalan daerah,” ujar Arlan. 

Lewat program ini, kata Arlan, jalan-jalan rusak yang ada di daerah pedesaan bisa lebih tertangani. Tentunya, berbekal aturan itu, Arlan ingin menyatukan berbagai pihak terkait dengan pembagian pekerjaan agar masyarakat tak lagi mengeluhkan soal jalan yang rusak dan lambannya pekerjaan pembangunan. 

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top