Yuk Nabung di BPR Berkah Pandeglang, Ini Keuntungannya

89
Kepala Bagian Marketing Dana BPR Berkah Pandeglang Ajan Subagja. Foto/Raden/Ekbisbanten.com

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Berkah Pandeglang gencar menarik minat masyarakat untuk menabung melalui Program Simpanan Masa Depan (Simapan). Melalui program tersebut, nasabah mauapun pedagang pasar diberi kemudahan bisa menabung mulai dari Rp10 ribu.

Kepala Bagian Marketing Dana BPR Berkah Pandeglang Ajan Subagja mengatakan, lewat program Simpanan Masa Depan (Simapan) BPR, warga Pandeglang bisa menabung mulai dari Rp10 ribu per bulan tanpa harus datang ke kantor bank.

“Untuk itu program ini harus terus berjalan karena memudahkan masyarakat untuk menabung,” kata Ajan kepada Ekbisbanten.com di Kantor BPR Berkah Pandeglang, Kamis (30/12).

Adapun kemudahan yang diterapkan kata Ajan, menyiapkan petugas bank yang setiap hari keliling mengunjungi para pedagang ke pasar-pasar yang ada di Pandeglang.

“Jadi ada tim kita yang pick up (jemput langsung) dana tersebut ke pasar. Pedagang bisa menabung mulai dari Rp10 ribu, kalau mau nabung lebih juga silahkan,” imbuh Ajan.

Saat ini lanjut Ajan, BPR Pandeglang memiliki 10 tim yang bertugas menghimpun dana tabungan masyarakat. Semuanya terbagi dalam empat wilayah di antaranya Pasar Panimbang, Pasar Saketi, Pasar Menes dan Pasar Pandeglang.

“Karena pedagang itu berfikir jualan nya kalau ditinggal bisa banyak pembeli yang tidak terlayani makanya kita yang turun,” ujarnya.

Ajan mencatat, selama tahun 2021 dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun dari program Simapan dari masyarakat sebanyak Rp2 miliar.

“Selain antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, kami juga terus berupaya mencari nasabah baru di pasar tradisional, termasuk sekolah yang belum tersosialisasi (nabung di bank),” katanya.

Sesuai namanya Ajan menambahkan, program Simapan baru bisa diambil saat masa pensiun. Namun demikian, apabila nasabah membutuhkan dan mendesak, tabungan Simapan bisa diambil oleh nasabah dengan porsi pengambilan sebesar 25 persen.

“Sekiranya ada kebutuhan uang mendadak, kita berikan kebijakan juga buat nasabah untuk mengambil simpanan 25 persen, karena kita juga mempertimbangkan kondisi nasabah secara asas kemanusiaan,” tutup Ajan. ***