WUJUDKAN KELUARGA MANDIRI, DIPERLUKAN PENANGANAN KB YANG PROFESIONAL DAN BERKELANJUTAN

33

Ekbisbanten.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pengendalian Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Koordinasi keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, kegiatan tersebut di gelar di Hotel S’Rizki, Selasa (23/7).

Bupati Irna Narulita mengatakan, dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang kuat tentunya pemerintah harus mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena jika laju pertumbuhan penduduk tidak bisa di atasi, maka akan menimbulkan kesenjangan bagi masyarakat.

“Program pengendalian penduduk harus sukses agar terwujud keluarga yang mandiri dan sejahtera,“ kata Irna Narulita.

Lebih lanjut Ia mengatakan, pelaksanaan program keluarga berencana (KB) telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, penanganan yang profesional, terus menerus dan berkelanjutan mutlak diperlukan, disisi lain dalam mewujudkan keluarga yang mandiri dan menekan laju pertumbuhan penduduk dibutuhkan kerja keras segenap jajaran institusi yang menangani program keluarga berencana.

“Untuk saling mendukung dalam rangka membangun pola penanganan keluarga berencana yang efektif dan efisien, kerja keras kita membuahkan hasil, Kabupaten Pandeglang meraih Kabupaten layak anak,” tuturnya. 

Lanjut Irna, Program KB dan kesehatan reproduksi merupakan wujud nyata pemerintah daerah bersama seluruh satakeholder dalam percepatan revitalisasi program KB di Kabupaten Pandeglang.

Sementara itu Kepala Seksi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Sjamsi Hadid mengatakan, dalam Rapat Koordinasi ini terkait penyampaian program DP2KBP3A dan 8 fungsi keluarga yang menjadi pembahasan yaitu tentang kualitas penduduk di bidang kesehatan, pendidikan, agama, ekonomi termasuk pengendalian lingkungan dari mulai balita sampai lansia.

Ia menambahkan pihaknya dalam mewujudkan keluarga yang mandiri dan pengendalian pertumbuhan penduduk telah dilakukan berbagai upaya diantaranya melakukan penguatan dan pemanduan kebijakan pelayanan  KB dan kesehatan reproduksi yang merata dan berkualitas.

“Dengan demikian kita berharap program keluarga berencana ke depan benar-benar mampu meningkatkan kualitas penduduk dan mewujudkan ketahanan keluarga, “kata Sjamsi Hadid. (Fikram)