Wujudkan Kabupaten Pandeglang Eliminasi Malaria, Dinkes Adakan Acara Advokasi

5
Dok. Pemkab Pandeglang

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan kesakitan dan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, balita dan ibu hamil.

Selain itu, malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja sehingga perlu dilakukan penanggulangan melalui upaya pencegahan, pengendalian, pemberantasan yang efektif dan efisien.

Di Pandeglang masih ada salah satu Kecamatan yang masuk kategori endemis yaitu Desa Tamannjaya dan Ujungjaya, oleh sebab itu upaya kesehatan yang dilakukan mengutamakan aspek promotive, preventif dan kuratif.

“Ini bertujuan untuk menurunkan dan menghilangkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria,” demikian dikatakan Kepala Seksi Pencegahan Pngendalian Penyakit Menular (P3M) dr Kartirini, pada acara advokasi eleminisai malaria tingkat Kabupaten Pandeglang di Hotel Rizki, Rabu (9/6).

Disampaikan Kartirini, upaya untuk menekan angka kesakitan dan kematian dilakukan melalui program pemberantasan malaria. Kata Kartirini, kegiatan itu antaralain meliputi diagnosis dini, pengobatan secara cepat dan tepat, serta surveilens dan pengendalian vector dalam hal pendidikan masyarakat.

“Pentingnya kesehatan perlu disampaikan kepada masyarakat, semuanya itu untuk memutus mata rantai penularan malaria,” imbuhnya.

Sementara Sekda Pandeglang Pery Hasanudin yang hadir pada acara tersebut mengatakan, untuk pencegahan, pengendalian dan penanggulangan penyakit merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor terkait , Dinas kesehatan, fasilitas kesehatan primer dan lanjutan baik milik pemerintah ataupun swasta.

“Semua peserta yang hadir disni baik dari dinas maupun lintas sektoral serius mengikuti kegiatan dan memahami apa yang sisampaikan para narasumber,” ungkapnya.

Lebih lanjut Pery mengatakan, dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit malaria harus dibangun dan dikembangkan koordinasi jejaring kerja serta kemitraan antara instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten atau Kota.

“Hal itu dilakukan dengan cara melakukan advokasi, peningkatan komunikasi dan informasi serta edukasi. Sebab, eliminasi Malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria dalam suatu wilayah geografis tertentu,” lanjutnya.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani, dr Achmad Sulaeman, dan perwakilan Kementerian Kesehatan Rahmad Isa. (*/Raden)