Warga Miskin di Banten Bertambah 134,6 Ribu Orang

61

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menyebutkan, jumlah warga miskin di Provinsi Banten pada Maret 2020 bertambah 134,6 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, jumlah penambahan warga miskin baru ini berdasarkan hasil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret 2020 sebesar 5,92 persen. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,98 poin dibanding periode sebelumnya September 2019 yang sebesar 4,94 persen.

“Karena dampak Covid-19, daya beli masyarakat jadi turun sedangkan faktor lain seperti harga barang pola hidup yang meningkat menyebabkan angka kemiskinan bertambah,” kata Adhi dalam siaran Pers BPS di youtube, Rabu (15/7).

Lebih jauh, Adhi mengatakan hal yang menentukan garis kemiskinan di Provinsi Banten ialah daya beli masyarakat yang meningkat dari Rp485,096 pada September 2019 menjadi Rp508,091 di Bulan Maret 2020.

“Artinya jika dalam satu keluarga ada 4 orang, penghasilan yang harus didapatkan sekitar Rp2,2 juta, baru tidak masuk dalam kategori masyarakat miskin,” Imbuh Adhi.

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan Maret 2020 di perkotaan dan di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, serta roti.

“Sangat disayankan, masyarkat desa menganggap rokok sebagai kebutuhan dasar untuk dibeli, 16,64 persen dari penghasilan masyarakat pedesaan digunakan untuk membeli rokok,” sahut Adhi.

Sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

“Rumah menjadi kebutuhan non makanan yang tinggi di perkotaan maupun desa, angka kebutuhan perumahan di perkotaan mencapai 9,64 persen dan pedesaan 10,69 persen,” tambah Adhi.

BPS juga mencatat indeks kedalam kemiskinan di Banten pada bulan Maret 2020 mencapai angka 0,995 persen, dimana penduduk kota berada di indeks kedalam kemiskinan sebesar 0,824 persen dan penduduk pedesaan 1,381 persen.

“Jika indeks kedalaman kemiskinan mencapai angka satu, artinya pengentasan kemiskinan akan lebih lama teratasi,” tutup Adhi. (Raden)