Warga Lebakgedong Lebak Senang Punya Jembatan Ciberang

34
Foto udara Jembatan Ciberang di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. Jembatan yang beru diresmikan Gubernur Banten Wahidin Halim pada Senin 28 Maret 2022 ini menelan anggaran Rp123 miliar. Jembatan ini diklaim tahan terhadap guncangan gempa 50-100 tahun. (FOTO: EEP SAEFULLAH / EKBISBANTEN.COM)

LEBAK, EKBISBANTEN.COM – Warga di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak kini punya akses baru, yakni  Jembatan Ciberang yang baru diresmikan Gubernur Banten Wahidin Halim pada hari ini, Senin (28/3/2022).

Diberitakan sebelumnya, akses jembatan ke tempat wisata Negeri Di Atas Awan itu putus karena dihantam banjir bandang pada awal 2020. Akibat bencana alam tersebut, akses jalan milik provinsi yang menghubungkan Cipanas, Citorek hingga Warungbanten dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, akses jalan itu hanya mengandalkan jembatan darurat yang berulang kali rusak terseret arus sungai yang meluap.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Banten dan Bapak Wakil Gubernur Banten yang telah membangun jembatan Ciberang. Masyarakat kita di sini alhmdulillah aktivitas sudah mulai lancar setelah jembatan Ciberang dibangun,” kata Enjun (50) salah satu Warga Kampung Muhara Lebakgedong saat menyaksikan peresmian Jembatan Ciberang oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Turut hadir dalam peresmian Jembatan Ciberang, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Banten.

Bahkan kata Enjun, setelah Jembatan Ciberang rampung dibangun oleh Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakryat (DPUPR), kegiatan perekonomian warga makin menggeliat.

“Alhamdullilah aktivitas perekonomian sudah lancar. Sekali lagi terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Karena saat terjadi banjir pada 2020 lalu, kegiatan masyarakat sangat terganggu, masyarakat tidak bisa lewat. Bahkan saya sampai sempat menggerakan masyarakat di sini ngambil kayu-kayu ke hutan untuk buat jembatan sementara,” katanya.

“Tapi sekarang alhamdulillah pak, setelah (jembatan) dibangun aktivitas masyarakat di sini bunga (bahagia). Ekonomi lancar, petani lancar dan ngambil apa-apa di kebun juga lancar,” sambung Enju.

Hal senada diungkapkan, Mimin (30) warga Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong. Kini, Ia mengakau tak khawatir lagi jembatan di kampungnya bakal hanyut dan rusak setelah dibangun oleh Pemprov Banten.  

“Saya Mimin warga Sini (Kampung Muhara) mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Terima kasih jembatannya sudah dibangun. Saya senenag banget. Karena sebelumnya sempet kesusahan, susah kemana-mana dan nganter anak sekolah juga susah,” kata Mimin.

Jaro Ciladaeun Yayat Dimyati sangat mengapresiasi gerak cepat Gubernur Banten membangun akses jembatan di desanya yang sempat hanyut tersapu banjir bandang pada awal 2020.

“Alhadmulillah saya sangat senang sekali dengan keberadaan Jembatan Ciberang yang ada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun ini. Luar biasa keren sekali. Masyarakat sangat antusias dengan kedatangan Bapak Gubernur Banten dalam acara peresmian Jembatan Ciberang ini. Saya sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih (jembatan dibangun),” kata Yayat Dimyati.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan, pembangunan jembatan di Kampung Muhara, Kecamatan Lebakgedong yang sempat putus karena banjir sebagai bentuk nyata kehadiran Pemprov Banten di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Lebak.

Mengingat kata WH, keberadaan Jembatan Ciberang sangat penting dalam menunjang aktivitas warga. Meskipun, tambah Gubernur WH, masyarakat mengaku sudah siap secara sukarela membangun kembali Jembatan Ciberang yang terputus itu. Pemprov Banten sangat menghargai kepedulian masyarakat yang begitu tinggi.

“Karena saya ingin jembatan yang akan dibuat itu bertahan lama, tahan gempa. Bukan jembatan asal-asalan,” ungkapnya.

Untuk itu, Gubernur WH bertekad membangun jembatan Ciberang dilakukan oleh Pemprov Banten. Dirinya kemudian perintahkan kepada Kadis PUPR untuk secepat mungkin dilakukan pembangunan, jangan lama-lama.

“Alhamdulillah hari ini selesai. Kekuatannya ini untuk 50 tahun dan tahan terhadap gempa. Kalau sebelum 50 tahun sudah jebol, saya akan protes,” tegasnya.

WH berharap semoga dengan adanya jembatan Ciberang yang baru ini bisa bermanfaat dalam kerangka untuk menunjang aktivitas masyarakat Banten.

Karena dirinya tidak ingin melihat masyarakat Banten kesulitan karena transportasi jalan dan jembatan yang rusak. Kalau jalan rusak, biaya perekonomian akan menjadi lebih tinggi. Aktivitas dan interaksi sosial juga tidak akan bagus, silaturahmi juga tidak akan berjalan baik.

“Alhamdulillah 762 kilometer lebih jalan yang menjadi kewenangan Provinsi sudah selesai dicor, dalam keadaan mantap. Sampai Warung Banten saya memang belum melihat, tapi kita akan selesai pada tahun ini,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, bentang Jembatan Ciberang sepanjang 80 meter dan lebar tujuh meter memiliki keistimewaan tahan gempa hingga usia 50 tahun. Proyek jembatan yang dibangun oleh PT Jaya Konstruksi ini menelan anggaran  Rp 123 miliar. Anggara itu sudah termasuk untuk untuk pembangunan Jembatan Ciberang, 12 titik penanganan jalan dan 8 titik penanganan longsoran.

Selain itu, lanjut Arlan, Pemprov Banten telah mengeluarkan anggaran hingga Rp 250 miliar untuk pembangunan ruas Cipanas-Warung Banten selama 2017-2022.

“Pembangunan Jembatan Ciberang ini merupakan salah satu dari sekian banyak wujud nyata pembangunan infrastruktur di Wilayah Provinsi Banten yang telah selesai dilaksanakan pada periode kepemimpinan Bapak Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bapak Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy,” pungkasnya.***