Warga Cileles Lebak Dapat Nikmati Air Bersih Dari Laz Harfa

13
Foto/Laz Harfa for Ekbisbanten.com

LEBAK, EKBISBANTEN.COM – Warga Desa Harapan Madani Kampung Binong dan Wuluku Desa Mekar Jaya, Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, kesulitan mendapatkan air bersih.

Melihat kondisi tersebut, LAZ Harapan Dhuafa kembali tergerak bersama Amal Terbaik Madania (ATM) dan MTT Foundation membantu membangun Sarana Air Bersih (SAB) dan MCK di kedua kampung tersebut.

Direktur LAZ Harapan Dhuafa Indah Prihanande mengatakan, pihaknya prihatin masih ada daerah yang masih sulit mendapatkan Sarana Air Bersih sehingga menurutnya berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat.

“Kami prihatin melihat kondisi masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, inikan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi tiap harinya, kita tau itu, terutama kebutuhan untuk minum dan membersihkan diri apalagi digunakan untuk beribadah. kalo sampai tidak terpenuhi, kami tentu khawatir pada kondisi kesehatan masyarakat disini,” katanya, Rabu (24/3).

Sebagai informasi, Desa Mekar Jaya merupakan desa dampingan dalam program Desa Harapan yang fokus pada program pemberdayaan ekonomi dan kesehatan.

“Kebutuhan air sehari hari seperti mencuci, mandi, atau minum warga setempat harus berjalan kaki menyusuri kedalam hutan hingga ratusan meter. Kampung Binong dan Waluku merupakan daerah yang berada di dataran tinggi namun mengalami kesulitan sumber mata air,” tutur Indah.

Sementara itu, Camat Cileles Ahyani mengatakan, masyarakat Desa Mekar Jaya selama ini kesulitan mendapatkan akses Air Bersih terlebih jika musim kemarau tiba.

“Memang di Desa Mekar Jaya ini salah satu yang masih menjadi persoalan adalah persoalan sumber mata air. Sumber air bersih disini sulit, ada tapi jauh dan gak bisa dilewati kendaraan masyarakat rela berjalan kaki,” ungkap Ahyani.

Dirinya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

“Terimakasih atas uluran tangan dan inisiatifnya dari tiga lembaga itu untuk membantu yang belum bisa kita realisasikan,” katanya.

Senada dengan Ahyani, Achsinanto Risantosa (49) Ketua Yayasan Amal Terbaik Madania (ATM) menjelaskan pembiayaan pembangunan berasal dari berbagai sumber terutama dalam penghimpunan dana zakat, infak, sedekah. Sehingga ia meminta masyarakat untuk dapat menjaga pemberian tersebut supaya menjadi ladang kebermanfaatan amal jariyah para donatur.

“Semua ini dibiayai oleh saudara saudara kita melalui Zakat Infak Sodaqah, semoga menjadi amal jariyah yang dapat terus mengalir kepada para donatur,” tutup Achsinanto. (*/Raden)