Walikota Serang Usulkan Dua Perda

48
Rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Kamis (25/6) (Foto :Ekbisbanten /Abdur Rohman)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Walikota Serang, Syafrudin mengusulkan dua peraturan daerah (Perda) tentang Pokok-pokok pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan Peraturan Perundang-undangan nomor 12 tahun 2019 dan Perda tentang pembentukan dana cadangan pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Serang tahun 2024.

Kedua usulan Perda tersebut disampaikan oleh Walikota Serang pada rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Walikota Serang di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Kamis (25/6).

Syafrudin mengatakan perda tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah berdasarkan PP Nomor 12 tahun 2019 tersebut harus dijadikan Perda yang nantinya berfungsi sebagai pengatur pergantian struktur Anggaran Pendapan dan Belanja Daerah Kota Serang.

“Tuntutan ini memang harus di Perdakan, hanya pergantian struktur APBD saja,” katanya.

Lanjutnya, perda tersebut hanya mengalami pergantian struktur APBD saja sementara untuk struktur yang lainnya masih sama.

“Struktur keuangan berbeda,” katanya.

Sementara itu, untuk perda yang kedua tentang pembentukan dana cadangan ia mengatakan pembentukan dana cadangan Pilkada Kota Serang yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun. Hal itu dilakukan untuk meringankan belanja daerah untuk dana Pilkada.

Kata dia, jika dana Pilkada diberikan secara bertahap sebelum pelaksanaan Pilkada maka akan lebih ringan. Ia juga mengatakan jika dana untuk Pilkada tahun 2024 sebesar Rp60 Miliar dan di berikan secara bertahap pertahun Rp20 miliar maka selama tiga tahun dana tersebut sudah terkumpul sebanyak Rp60 miliar.

“Kita siapkan dana untuk Pilkada 2024 supaya tidak berat dengan cara dibayarkan secara bertahap selama tiga tahun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Wahyu Budi Kristiawan mengatakan perda tentang pembentukan dana cadangan tersebut nantinya akan dilaksanakan dengan cara ditabungkan selama tiga tahun tiga tahapan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terkurasnya dana APBD Kota Serang untuk pelaksanaan Pilkada.

Lanjutnya, dana tersebut dutabungkan sebelum pelaksanaan Pilkada serta dana tersebut juga tidak boleh digunakan untuk Hal ini sampai pelaksanaan Pilkada tahun 2024.

“Ditabung dan dicairkan untuk pelaksanaan pemilu nanti,” katanya. (Red01/Rohman)