Wahidin Halim: Konsepssi dan Pemikiran ICMI Saya Butuhkan

5
Gubernur Banten Wahidin Halim. (FOTO: HUMAS PEMPROV BANTEN)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, tantangan pembangunan di Provinsi Banten membutuhkan sinergi dari seluruh stakeholder (para pemangku kepentingan). Termasuk konsepsi dan buah pemikiran dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesi (ICMI).

Hal itu diungkap Gubernur saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Silaturahmi Kerja Wilayah ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Banten Tahun 2021 di Aula Rapat Gubug Makan Mang Engking Cikupa, Kabupaten Tangerang Sabtu, (27/3).

“Konsepsi dan pemikiran ICMI, saya perlukan untuk pembangunan wilayah Provinsi Banten,” ungkap Gubernur dalam keterangan tertulis yang diterima Ekbisbanten.com.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan ucapan selamat kepada Pengurus ICMI Kabupaten Tangerang yang dilantik.

“Semoga dapat bersinergi dalam membangun Provinsi Banten,” ungkapnya.

Gubernur juga berharap, ICMI dapat meningkatkan partisipasi dalam pembangunan Provinsi Banten melalui advokasi kebijakan sehingga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

ICMI juga diharapkan mendiseminasikan program prioritas Pemprov Banten. ICMI juuga diharapkan dapat melakukan berbagai aktivitas permberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, pada RPJMD 2017 – 2022, Pemprov Banten fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Pada bidang pendidikan, upaya yang ditempuh Pemprov Banten untuk pemerataan akses pendidikan adalah dengan mengalokasikan Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebagai pendamping BOS dari Pemerintah Pusat. Pemprov Banten juga membangun sekolah baru, ruang kelas baru, alat peraga dan ruang praktek siswa serta meningkatakn kompetensi dan kesejahteraan guru.

Pada bidang kesehatan, Pemprov Banten terus berupaya meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pada bidang infrastruktur, prioritas diarahkan pada pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, normalisasi sungai dan situ, infrastruktur pertanian, infrastruktur transportasi, pembangunan infrastruktur pariwisata dan penataan budaya, serta penataan kawasan kumuh. (*/ismet)