Villa Tani Indonesia Kabupaten Serang Bantu Petani Dapatkan Pemodal

154
Mohammad Fachreza Hakim Co-founder Villa Tani Indonesia sedang meninjau lokasi kebun Villa Tani Indonesia, Kabupaten Serang, Minggu (8/8). (Foto: Fitra/Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – PT Villa Tani Indonesia dapat menjadi jembatan antara petani yang membutuhkan modal dengan investor yang ingin menanamkan modalnya. Hal ini dapat dilakukan jika petani memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan Villa Tani.

Co-founder Villa Tani Indonesia Mohammad Fachreza Hakim mengungkapkan bahwa untuk menjadi mitra petani PT Villa Tani Indonesia harus melakukan verifikasi secara ketat.

“Petani yang kita danai itu yang memiliki laporan keuangan, memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, memiliki alat untuk bertani dan mengajukan proposal kelayakan usaha. Jadi petani yang didanai bukan asal-asalan,” kata Hakim saat ditemui Ekbisbanten.com di kebun Villa Tani Kabupaten Serang, Minggu (8/8).

Selain itu, kata Hakim, petani yang bisa menerima modal dari investor adalah petani yang sudah mempunyai buyer dan sudah tandatangan kontrak pembelian.

Terdapat dua sekema pembagian keuntungan antara petani, villa tani dan investor.

“Akadnya ini bagi hasil antara petani dengan investor. Biasanya petani 70 persen dan investor 30 persen. Pada sekema ini, bagian villa tani masuk kepada operational cost petani,” kata Hakim.

Pada sekema yang ke dua, baik petani, Villa Tani dan investor mempunyai presentase pembagian keuntungan masing-masing.

“Pada sekema yang ke dua ini, presentase pembagian keuntungannya adalah 60 persen untuk petani, 30 persen investor dan 10 persen Villa Tani,”

Kantor pusat PT Villa Tani Indonesia bertempat di Jl. Cikerai, Desa Cikerai, Kec. Cibeber, Kota Cilegon, Banten. Saat ini, petani yang sudah bekerja sama dengan Vlla Tani adalah petani di Cilacap, Pengalengan, Bogor, Cianjur dan Banten.

“Untuk di wilayah Banten ada petani milenial Banten. Salah satu sarat petani mendapat pendanaan kan mereka harus punya skill. Saat ini mereka sedang dilatih selama 7 bulan. Setelah itu kita akan hubungkan dengan investor. Karena mereka masih baru jadi kita berikan mini-mini projek dulu, tidak dalam sekala besar,” ujar Hakim.

Masih kata hakim, selain menjadi konektor antara petani dan investor, Villa Tani juga menjalankan bisnis yang edukasi.

“Basanya sebelum PPKM itu disini banyak anak sekolah. Dengan paket Rp50 ribu mereka sudah bisa menanam disini, memberi makan hewan, dan mereka juga bisa berkuda. Rencana kita setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan kita mulai lagi edukasinya,”

Hakim berharap agar pemerintah dapat mengatur tataniaga pasar sehingga harga komoditas pertanian tidak bergerak naik atau turun terlalu tajam.

Hakim juga berharap agar anak muda mau terjun di dunia pertanian karena sektor pertanian ini adalah sektor yang menjanjikan.

“Selagi manusia masih hidup, petani itu sangat dibutuhkan. Jadi ini bisnis yang sangat menjanjikan,” tutup Hakim. (Mg-Fitra)