Vaksinasi Booster Jadi Syarat Utama Pemudik di Pelabuhan Merak

17
Pelabuhan Merak
Konferensi pers usai rapat koordinasi persiapan mudik lebaran tahun 2022 di Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak pada Kamis (7/4/2022). (FOTO: MAULANA/EKBISBANTEN.COM).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Direktorat Jenderal (Direktorat) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, vaksin booster akan menjadi syarat utama bagi masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran tahun 2022 melalui Pelabuhan Merak.

Hal itu disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi persiapan mudik lebaran tahun 2022 di Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak pada Kamis (7/4/2022).

Meski begitu, untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi ketiga atau booster, kata Budi, PT ASDP Indonesia Ferry akan menyediakan pelayanan vaksin di dua dermaga di Pelabuhan Merak.

“Tadi dari KKP Banten maupun Merak sesuai dengan arahan Pak Menteri Kesehatan sudah mulai menyiapkan dari mulai kemarin sampai dengan sekarang dan sampai menjelang lebaran akan menyiapkan vaksinasi yang dosis ketiga. Artinya, masyarakat yang belum melaksanakan booster itu sudah disiapkan di dua dermaga ini untuk melaksanakan booster,” katanya kepada wartawan.

Budi menerangkan bahwa ada keuntungan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran dan telah melaksanakan vaksin booster. Pasalnya, apabila belum vaksin hingga tahap ketiga akan dikenakan tes antigen atau PCR.

“Kalau sebetulnya vaksin yang lengkap itu tidak perlu lagi dengan rapid test atau antigen atau PCR. Tapi kalau vaksin yang dosis kedua itu masih ada tambahan rapid test atau PCR, termasuk juga vaksin dosis pertama bisa juga melakukan perjalanan tapi ada tambahan PCR atau antigen,” jelasnya.

Sementara, Budi memprediksi bahwa pada mudik lebaran tahun 2022 saat ini moda transportasi darat yang bakal banyak digunakan adalah kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor.

“Kalau untuk moda transportasi yang banyak digunakan kebetulan itu semuanya menggunakan moda transportasi darat. Yang pertama adalah menggunakan kendaraan pribadi, yang kedua menggunakan sepeda motor, yang ketiga menggunakan bus, setelah itu baru kemudian kereta api atau pesawat,” ujarnya.

Menurut Budi, sejatinya pemerintah tidak merekomendasikan sepeda motor sebagai moda transportasi untuk masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran.

Namun, meski begitu pemerintah juga telah mempersiapkan segala sesuatunya demi keamanan dan kelancaran para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Makanya ada beberapa pos pelayanan kita yang nanti akan kita jadikan sebagai tempat pelayanan masyarakat, terutama untuk pesepeda motor di jalan nasional dan arteri,” ucapnya.

“Ada beberapa jembatan timbang saya akan jadikan rest area yang bisa memberikan pelayanan untuk istirahat, untuk makan minum, untuk sholat kemudian juga untuk vaksinasi dan pelayanan masyarakat lainnya,” tandas Budi.***