Usaha Fotografi, Pemuda Asal Pandeglang Ini Raup Omset Rp23 Juta Perbulan Saat Pandemi

676

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Tatang (21) merupakan salah satu pemuda asal Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang yang berhasil memanfaatkan pesatnya kemajuan teknologi untuk dijadikan peluang bisnis ditengah pandemi Covid-19.

“Saya sudah merintis usaha rental kamera dan studio foto sejak tahun 2015 ketika masih duduk dibangku SMA, saat new normal ini banyak pasangan yang menikah, ini menjadi angin segar bagi pengusaha foto studio, bahkan omset yang saya dapatkan mencapai Rp23 juta dalam satu bulan,” kata Tatang kepada Ekbisbanten.com, Minggu (30/8).

Tidak main-main, untuk menekuni bidang tersebut Tatang memilih universitas swasta yang lebih dekat dengan linkup bisnisnya padahal ia sudah diterima masuk di salah satu perguruan tinggi negeri di Banten.

“Saya dulu sempat di Untirta, namun saya pilih masuk ke Unma untuk meneruskan bisnis yang saya rintis karena segmen pasar yang saya bangun banyak di Pandeglang,” papar pemuda yang hobi travel ini.

Tatang juga menceritakan sejak kecil ia memang sudah punya keseriusan sendiri dalam bidang bisnis. Hal tersebut ia ceritakan saat masih duduk di bangku SMP dengan bermodalkan uang Rp200 ribu ia berbisnis menjual handphone bekas lewat media sosial facebook.

“Alhamdulillah lambat laun bisnis berkembang dan saya coba sasar ke segmen fotografi,” jelasnya.

Menurut Tatang, akibat libur panjang saat pandemi ini juga banyak para pelajar yang ingin menghabiskan waktunya dipelbagai tempat rekreasi. Sehingga untuk sewa kamera bisa mencapai 25 kamera disewakan per hari.

“Kalau untuk wedding kita bisa terima job 2 sampai 20 job dalam satu bulan, harga yang saya tawarkan untuk paket sewa kamera mulai dari Rp15 ribu sampai Rp225 ribu, sedangkan paket wedding Rp500 ribu samapi Rp2,5 juta,” imbuhnya.

Saat ini Tatang mempunyai 2 karyawan untuk membantunya melakukan pekerjaan di studio foto. Tidak hanya itu ia saat ini memiliki 40 kamera DSLR untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen.

“Dibalik semua itu, saya pernah merasakan hal yang buruk seperti kehilangan barang atau tertipu oleh kawan sendiri, saya juga akan terus belajar untuk memperbaiki kualitas produk supaya segemen pasar semakin luas,” pungkas Tatang. (Raden)