Unsera Berhasil Raih Perunggu Diajang Internasional

112

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Universitas Serang Raya (UNSERA) mengikuti International Science and Invention Fair (ISIF) 2020 sebagai pembelajaran bagi masyarakat Indonesia berbakat yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Indonesia International Institute for Life Science (i3L)  menyelenggarakan acara daring. Acara tersebut diselenggarakan pada 6-9 November 2020 yang diumumkan hasilnya pada Hari Minggu 15 November 2020.

Kepala Bagian Humas Unsera Liza Diniarizky Putri mengatakan, ISIF sendiri merupakan perpaduan antara kompetisi dan pameran di bidang Sains dan Invensi tingkat internasional yang diikuti oleh pelajar SD sampai mahasiswa. 

“Selain itu, ISIF juga merupakan sebuah event yang dirancang untuk para peneliti muda baik dari dalam dan luar negeri dalam memamerkan hasil riset dan produk invensi. Ditahun ini ISIF diselenggarakan secara daring, baik kompetisinya maupun pameran,” kata Liza secara tertulis.

Acara ini diikuti 400 peserta dari 30 Negara dengan kategori Life Science, life science, Environmental, Technology, Physics, Energy dan Engineering. UNSERA yang diwakilkan oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Cendekia Serang Raya Tim) terdiri dari Irmawati, Irfan Hakim Sidik, Rizki Maulana dan diketuai oleh Kurnia Al Fandi berhasil meraih Mendali Perunggu kategori Teknologi tingkat Universitas dengan Inovasi Teknologi berupa Mobile Museum atau Museum Keliling Berbasis Teknologi (Musling Tekno).

“Ajang ini memang sangat bermanfaat bagi kalangan muda terutama mahasiswa dibidang sains maupun teknologi. Kebetulan, MAhasiswa Prodi Komunikasi dengan Tim Cendekia Serang Raya ikut dalam kategori teknologi dan berhasil meraih mendali perunggu di ajang Internasional ini. Semoga kedepannya mahasiswa kami akan terus tumbuh untuk berinovasi,” jelas Liza.

Tujuan secara umum dari ISIF adalah mengenalkan kekayaan intelektual Indonesia terutama hasil karya penelitian dan invensi peneliti muda Indonesia di kancah Internasional yang diselenggarakan negeri sendiri.

Ketua Tim Lomba Unsera Kurnia mengungkapkan, dengan mengusung tema Museum Keliling (Musling) Tekno, ketika tahun lalu berhasil menjuarai ajang nasional. Gagasan yang diharapkan bisa diwujudkan dengan bantuan berbagai pihak ini membuat sebuah museum yang bisa menjangkau berbagai tempat, terutama pelosok desa di Banten.

“Tidak hanya itu, perpaduan antara nilai-nilai historis dan teknologi begitu kental terasa dengan kehadiran berbagai fitur-fitur menarik yg ada di dalamnya. Segala persiapan yang kami lakukan tidak lepas dari dukungan semua pihak yang telah memberikan sumbangsih moril maupun materil,” pungkas Kurnia. (*/Raden)