Universitas Faletehan Galang Dana Cegah Penyebaran Corona

441
Dok. Universitas Faletehan

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Universitas Faletehan salah satu kampus ternama di Provinsi Banten sukses menggelar diskusi terkait bertajuk “Efektifkah Social Distance Dalam Upaya Preventif Penyabaran Virus Corona” Minggu, (22/3) kemarin.

Kegiatan diskusi Pekanan melalui Daring Discussion yang dikemas secara santai ini, panitia melakukan penggalangan dana dalam rangka mencegah penyebaran virus corona ditenga-ditengah masyarakat.

Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Faletehan, Suhroji Adha mengatakan pencegaha penyebaran virus corona melalui social distance belum efektif jika tidak dilakukan masif di berbagai wilayah.

“Selain itu, perlu adanya langkah serius bagi setiap komponen pemerintah dalam melakukan edukasi terkait dengan langkah pencegahan covid-19,” kata Suhroji.

Masih kata Suhroji, penerapan social distance di Indonesia jika dilihat secara demografi, masyarakat Indonesia masih berada pada garis ekonomi menengah kebawah. Sehinggaenurutnya sulit untuk diterapkan.

“Wajar untuk ditataran bawah mereka harus survive bertahan hidup, bukan berarti mereka tidak takut bahayanya covid-19,” jelas Suhroji.

Untuk itu, Universitas Faletehan mendukung penerapan lockdown jika pemerintah menilai kebijakan tersebut merupakan langkah terbaik dalam mencegah penyebaran virus corona.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Faletehan, Wily Hadiansyah menambahkan, social distance ini akan lebih efektif jika dilakukan secara merata. Namun hal tersebut kata Wily perlu didukung penuh pemerintah meskipun kondisi dilapangan berbenturan.

“Masyarakat saat ini yang memang kurang peduli, sehingga akan kurang maksimal langkah pemerintah menekan masyarakat untuk melakukan social distance ini,” jelas Wily.

Ia mengimbau, seluruh mahasiswa Universitas Faletehan dan pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) untuk turut serta membantu pencegahan virus corona.

“Salah satu bentuk nyata yakni dengan bergerak bersama menghimpun dana dalam bentuk pengadaan masker, hand sanitizer, alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan, dan lain sebagainya,” tutup Wily. (*/raden)