Unilever Berkomitmen Tinggalkan Bahan Bakar Fosil dalam Produk Pembersih

27
Direktur Home Care PT Unilever Indonesia Veronika Utami (dok/Unilever)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Unilever, produsen terkemuka rangkaian produk pembersih dan detergen mulai melakukan transisi untuk menggantikan 100 persen karbon dari bahan bakar fosil dalam formulasi produk-produk pembersih dan detergennya dengan karbon terbarukan atau karbon daur ulang.

Langkah ini dilakukan untuk mentransformasi brand-brand di kategori pembersih dan detergen, termasuk Molto, Rinso, Sahaja, Sunlight, Wipol, Superpell dan Vixal secara berkesinambungan.

Ambisi baru ini adalah upaya untuk “Menciptakan Masa Depan yang Bersih & Lestari” (Clean Future), sebuah terobosan yang dirancang oleh divisi Home Care Perusahaan untuk secara fundamental mengubah cara pembuatan, produksi, dan pengemasan produk pembersih dan detergen paling ternama di dunia.

President of Home Care Unilever Peter ter Kulve menerangkan, upaya Clean Future adalah visi kami untuk merombak bisnis secara drastis. Sebagai industri, Unilever harus memutuskan ketergantungan pada bahan bakar fosil, termasuk sebagai bahan baku produk.

“Kita harus berhenti mengeksploitasi karbon dari bawah tanah ketika tersedia cukup banyak karbon di dalam dan di atas tanah yang dapat kita teliti, untuk kemudian dimanfaatkan dalam skala besar.” ujarnya.

Lanjut Peter, permintaan konsumen terhadap produk-produk pembersih dalam beberapa bulan terakhir begitu besar, oleh karena itu Unilever sangat bangga bisa membantu menjaga kebersihan dan keamanan mereka di tengah pandemi COVID-19.

“Namun hal ini jangan menjadikan kita terlena. Kita tidak bisa membiarkan fokus kita teralihkan dari krisis lingkungan yang dihadapi dunia – seperti polusi, perusakan habitat alami, hingga isu darurat perubahan iklim. Dunia adalah rumah bersama bagi kita semua, dan merupakan tanggung jawab kita pula untuk melindunginya,” lanjut Peter.

Upaya Clean Future juga telah dimulai di Indonesia, baik di level korporat maupun melalui brand-brand di kategori Home Care.

Direktur Home Care PT Unilever Indonesia Veronika Utami menjelaskan, Pada tahun 2019, pabrik Powder Non-Soap Detergent (NSD) yang memproduksi Rinso dan Molto mulai menggunakan energi terbarukan, yaitu energi biomassa yang berasal dari cangkang sawit yang bisa diperbarui.

“Biomassa ini menggantikan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar pada proses pengeringan detergen bubuk. Cangkang inti sawit menjadi pilihan karena ketersediaannya melimpah dari Sumatra dan Kalimantan, relatif tahan cuaca saat penyimpanan, dan memiliki kadar abu rendah.” jelasnya. (*/Rohman)