Triwulan I 2020, Realisasi APBD Provinsi Banten Capai 13,4 Persen

142

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten mencatat realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten pada triwulan I 2020 mencapai 13,4 persen atau sekitar Rp1,7 triliun.

Kepala BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, realisasi belanja APBD Provinsi Banten pada triwulan I 2020 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari Rp1,1 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,2 triliun pada tahun 2020.

“APBN yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2020 sebesar Rp2,1 triliun mengalami peningkatan sebesar 26,2 persen dibandingkan tahun 2019,” ujar Erwin dalam acara video confrence Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Banten, Selasa (23/6).

BI mencatat, komponen belanja pegawai mendominasi APBN diikuti oleh dana alokasi khusus (DAK), dan belanja barang.
Inflasi indeks harga konsumen (IHK) Provinsi Banten pada triwulan I 2020 tercatat sebesar 2,99 persen atau meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 2,65 persen.

“Kenaikan Inflasi pada triwulan I 2020 masih berada dibawah realisasi inflasi regional Jawa yang mencapai 3,28 persen (yoy) dan sedikit di atas Nasional yang tercatat sebesar 2,96 persen (yoy),” kata Erwin.

Erwin mengatakan, penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Provinsi Banten yang bersumber dari APBN khususnya Program Sembako mengalami peningkatan. Pada bulan Maret 2020, nominal program sembako dinaikkan menjadi Rp200.000/KPM/bulan.

“Rata-rata jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada triwulan I 2020 sebanyak 485.751 KPM per bulan. Penyerapan Program Sembako oleh KPM mencapai 93,9 persen atau sejumlah sekitar 456.138 KPM per bulan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,36 persen,” kata Erwin.

Pada triwulan I 2020, total perputaran uang melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten tercatat mengalami net outflow sebesar Rp0,98 triliun, menurun dibandingkan dengan triwulan IV 2019 yang mencatat net outflow sebesar Rp2,92 triliun.

“Sementara itu, total nominal outflow sebesar Rp1,86 triliun atau mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu sebesar 118,46 persen (yoy) dibandingkan triwulan I 2019 yang mencatatkan outflow sebesar Rp852,44 miliar,” tutup Erwin. (Raden)