Tol Simpang Susun Balaraja Timur Sudah Beroprasi

128
Dok. Google

TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – ASTRA Tol Tangerang-Merak siap mengoperasikan Simpang Susun Balaraja Timur, berdasarkan surat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.BM0702-Db/295 tanggal 17 Maret 2020.

Dalam surat tersebut dinyatakan juga bahwa penambahan lajur ke-4 segmen Tangerang Barat – Balaraja Barat dan Simpang Susun Cikupa telah lulus uji laik operasi.

Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti (ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak), Kris Ade Sudiyono mengatakan, proyek Pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur adalah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan akses pintu keluar masuk jalan Tol Tangerang-Merak.

“Kehadiran Simpang Susun Balaraja Timur diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mempermudah mobilisasi pengguna jalan,” ujar Ade secara tertulis, Kamis (2/4).

Untuk diketahui, semula akses jalan hanya memiliki dari arah Jakarta menuju Balaraja Timur dan dari Balaraja Timur ke arah Jakarta. Namun Sekarang bisa diakses dari dan menuju Merak.

“Gerbang Tol Balaraja Timur menjadi akses terdekat untuk menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang berada di Tigaraksa, Tangerang, sehingga keberadaannya diharapkan mampu membawa manfaat bagi pemangku kepentingan,” jelas Ade.

Selain itu, kelebihan dari proyek Tol ini adalah lebih dari 99,98% material yang digunakan menggunakan produk dan tenaga kerja dalam negeri.

Melengkapi hal tersebut sebagai bagian dari beautifikasi jalan tol, telah dilakukan penaman pohon sebanyak 300 pohon di sekiar Simpang Susun Balaraja Timur.

“Dengan pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur ini, total terdapat 10 simpang susun di sepanjang Ruas Tol Tangerang-Merak, hal ini merupakan wujud kontribusi ASTRA untuk membangun negeri,” kata Ade.

Masih Ade, keberadaan Simpang Susun Balaraja Timur juga diharapkan dapat menjadi alternatif penyebaran trafik lalu lintas dan mengurangi antrian di Gerbang Tol Balaraja Barat.

“Dengan adanya Simpang Susun Balaraja Timur ini diprediksi akan dilalui sekitar 24.492 kendaraan menuju Jakarta dan Merak. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif pengembangan daerah sekitar yang juga mendorong pertumbuhan masyarakat provinsi Banten,” tukas Ade. (*/Raden)