Tips Akali Modal Jika Banting Setir Usaha di Tengah Corona

106
Akali memiliki simpanan saat pandemi dengan banting setir menjual kue kering. Ilustrasi

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Lesunya perekonomian membuat marak penutupan usaha di berbagai sektor. Penutupan ini berujung kehilangannya mata pencaharian sebagian orang.

Tidak sedikit yang mulai putar otak untuk mengakali pendapatan di tengah pandemi virus korona. Salah satunya banting setir usaha. Langkah ini diambil agar tidak terus menerus meratapi isi dompet yang kian menipis.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan menyebut pemasukan baru dapat diciptakan jika jeli melihat kesempatan di tengah pandemi virus korona saat ini. Peluang usaha pun bisa dicari sesuai dengan musimnya. dilansir CNNIndonesia, Kamis (30/4).

Lusi mencontohkan memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri seperti saat ini. Ia menyarankan untuk merambah ke bisnis kuliner baik menjual kue-kue kering, menu berbuka puasa, hingga parsel khas Lebaran. Pasalnya, produk-produk ini diperkirakan akan banyak yang memburu beberapa pekan ke depan.

Namun, sebelum memulai bisnis, Lusi menyarankan untuk mencermati kondisi keuangan serta bisnis yang hendak dijamah.


“Harus mulai dari hitung butuh biaya berapa, apa yang Anda punya, bisnisnya seperti apa, semua harus dicari tahu,” katanya.

Dia juga menyarankan untuk memulai bisnis dari kecil, tak perlu muluk-muluk dan juga cari tahu ukuran pasar yang ada. Dengan demikian, kalkulasi pun akan lebih mudah dilakukan.
Lusi memberikan tips lainnya yakni dengan mencari tahu target pasar atau calon pembeli, pemasaran bisa dimulai dari keluarga, kerabat, mau pun tetangga.

Sementara untuk modal, tak perlu pusing-pusing cari keluar. Menurut Lusi, peralatan masak di rumah seperti kompor, oven, bahan masakan, rempah-rempah, dan lainnya dapat digunakan sehingga tak perlu merogoh kocek untuk beli baru. Apa lagi, jika harus sampai mengambil pinjaman demi memulai bisnis.

Lusi menyebut sebaiknya hindari pinjaman selama pemasukan tidak stabil, terutama dari pihak ketiga yang akan menjadi beban di kemudian hari. Namun jika tak memiliki tabungan untuk dijadikan modal awal, siasatnya ialah dengan mendata aset menganggur yang dapat digadaikan.

“Dana darurat jangan diganggu untuk bisnis, kira-kira barang atau aset yang bisa dijadikan modal apa saja, misalnya emas bisa dijual dulu, tapi jangan mengorbankan dana krusial seperti dana pendidikan anak,” ucap Lusi.

Untuk meminimalisir kerugian jika bisnis tak sesuai harapan, jualan dapat dimulai dengan sistem pre-order (PO) ke kerabat terdekat sehingga kue-kue yang dibuat tak berlebih dan sesuai dengan pesanan. Keuntungan yang didapat pun dapat dimanfaatkan menjadi modal.

Namun, bagaimana untuk mereka yang sama sekali tak memiliki uang simpanan atau dana menganggur sebagai modal? Lusi bilang, modal dapat dihimpun dari sistem pembayaran uang muka (down payment) sebagian atau lunas sekaligus. Dengan begitu, uang yang masuk di muka dapat dibelanjakan sebagai bahan masakan.

Dalam memulai usaha tak selalu harus dilakukan secara mandiri, orang-orang terdekat pun dapat diajak dalam bentuk usaha bersama (joint venture). Tak hanya meringankan biaya modal, cakupan pasar pun dapat bertambah luas.

Untuk pemasarannya, sosial media dapat dijadikan pilihan. Selain mudah dan murah, jangkauan pemasaran online pun tak terbatas.

“Tips lainnya, tes dulu pasar yang ada, jika sudah sukses dan pelanggan tetap baru bisa ambil pinjaman, kalau tidak nanti malah berabe,” sarannya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andi Nugroho mengatakan sesuaikan modal usaha dengan kemampuan keuangan. Idealnya, modal dapat diambil sebesar 30 hingga 50 persen dari tabungan yang ada.

Sementara bagi mereka yang tak memiliki keahlian tertentu namun ingin mencari pemasukan baru, Andi memaparkan menjadi reseller atau penjual kembali dapat dijadikan pilihan. Untung pun dapat diraup dari margin penjualan.

Misalnya, jika kue kering yang dibeli seharga Rp50 ribu per kotak, bisa dijual kembali dengan harga Rp70 ribu dan mengantongi untung sebesar Rp20 ribu.

Namun, jika pinjaman terpaksa harus dijadikan pilihan, ia menyarankan untuk mengambil pinjaman lunak. Carilah pinjaman kepada orang-orang terdekat seperti keluarga atau kerabat yang dikenal agar jika pinjaman gagal dibayar sesuai tempo, negosiasi masih dapat dilakukan.

“Saran saya dengan kondisi saat ini harus ekstra hati-hati, tidak disarankan untuk ambil pinjaman multiguna atau pinjaman online yang konsekuensinya berat kalau gagal bayar,” pungkasnya. (CNN)


sumber: CNNIndonesia