Tingkatkan Perekonomian Desa, Gema Tani Pandeglang Lakukan Pembinaan Hingga Berikan Bantuan Bibit

26

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Ketua Gerakan masyarakat (Gema) Petani Kabupaten Pandeglang Mulyadi, gencar melakukan pembinaan kepada seluruh petani yang ada di setiap desa.

Salah satunya di Desa Karangsetra, Kecamatan Keroncong, pihaknya terus memotivasi para petani untuk membangun kemandirian dalam mengembangkan usaha pertanian dan peternakan untuk meningkakat kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini adalah merupakan rutininas saya pribadi untuk memberikan bantuan berbagai bibit buah-buahan seperti durian, alpukat, rambutan, manggirs dan juga peternakan bibit bebek dan lele,” tutur Mulyadi kepada media, Minggu (19/12).

Mulyadi yang juga pengusaha Cas Warterpak Cikole ini melanjutkan, selain memotivasi masyarakat supaya memiliki jiwa usaha tani, hal ini juga dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat ikut serta membangun perekonomian daerah.

“Masyarakat petani hanya tinggal keingingan saja, bibit buah-buahan dan peternakan saya berikan untuk dikembangkan agar menjadi hasil dalam pemulihan ekonomi. Ini peluang bagi masyarakat petani tinggal datang saja ke saya insyallah saya bantu,” kata Mulyadi.

Masih kata Mulyadi, untuk menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dengan adanya pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang, diharapkan masyarakat jangan hanya jadi penonton dengan adanya perkembangan tersebut.

“Adanya KEK Tanjung Lesung kita jangan jadi penonton, dari sekarang kita harus usaha. Lima sepuluh tahun kedepan akan ada hasil dengan mudah menuju Jakarta lewat tol,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangsetra Mahdar, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Gema Tani Pandeglang yang secara kebetulan masyarakat sedang melakukan rutin giat baksos bersih-bersih bahu jalan dan drainase setiap bulan.

“Apa yang disampaikan pembinaan pada masyarakat, dari Pak Haji Mulyadi adalah untuk membangun kemandirian usaha masyarakat. Ini suatu peluang yang harus diambil oleh masyarakat petani untuk mengembangkan peterenakan di desanya,” tutup Mahdar.***