Tiga Strategi Ekonomi Syariah Selama New Norma

16

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Ekonomi syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, agar kegiatan usaha yang dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tidak dilakukan di bidang kesehatan. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menuturkan, ada 3 (tiga) langkah adaptasi hadapi kenormalan baru. Pertama, penggunaan teknologi yang semakin intensif termasuk untuk peluang pasar dan distribusi barang.

“Kedua, manfaatkan peluang pengembangan, dan manfaatkan, manfaatkan peluang untuk meningkatkan partisipasi dan sinergi antarpengusaha,” kata Dody dalam kegiatan ProgramTasyakuran Penguatan Ekosistem Rantai Nilai Halal di Jakarta, Senin (27/7) secara virtual.

Bank Indonesia berkolaborasi lintas lembaga di bawah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) selalu berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi syariah sehingga dapat bersaing secara nasional maupun global. 

“Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui penguatan ekosistem Rantai Nilai Halal (HVC) yang melengkapi rangkaian kegiatan untuk menghasilkan nilai tambah pada setiap proses bisnis dengan melengkapi pada aspek pertalian terhadap nilai dan prinsip syariah,” papar Dody.

Pengembangan Ekosistem Rantai Nilai Halal dilakukan di empat sektor utama , yaitu pertanian (pertanian terintegrasi ); industri makanan halal dan muslim yang diwujudkan dalam program pengembangan Industri Kreatif Syariah (IKRA); pariwisata halal; serta pengembangan energi terbarukan. 

“Upaya-upaya tersebut terus dilakukan dengan menggandeng berbagai upaya upaya, mendorong komunitas pesantren, UMKM syariah, korporasi dan berbagai pelaku industri lainnya,” tukas Dody.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai upaya untuk kolaborasi pelaksanaan penelitian dan kajian serta fasilitas pembinaan sektor usaha. (*/Raden)