Terpukul Pandemi Pengusaha Rotan di Banten Alami Penurunan Omset 90 Persen

74

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Pemilik usaha Istana Rotan asal Banten Mu’min mengaku penjualan kerajinan rotan selama pandemi mengalami penurunan hingga 90 persen.

“Kita sudah tidak produksi lagi, karyawan juga sudah tidak ada selama pandemi, jadi kita mengandalkan penjulan produk yang sudah jadi,” kata Mu’min kepada Ekbisbanten.com di Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (13/10).

Mu’min mengatakan, Istana Rotan sendiri menjual berbagai jenis furnitur dari rotan mulai dari kursi, meja, lemari, hingga peralatan dapur. Harga yang ditawarkan sendiri mulai dari Rp3 juta.

“Kalau sebelum pandemi saya bisa buat sampai 20 set kursi, karena pandemi jadi tidak ada pesanan sama sekali,” papar Mu’min.

Menyiasati hal tersebut, Mu’min saat ini juga menjual berbagi sarana bermain untuk anak-anak seperti prosotan, ayuanan, jungkat-jungkit dan sebagainya.

“Barang saya minta dari Jakarta, selain itu saya juga ikut bisnis multi level marketing produk Bio glass, jadi bisa memantu perekonomian keluarga,” jelas Mu’min.

Sebagai informasi, Mu’min merupakan penerus kerajinan rotan yang tetap eksis. Saat ini sudah tiga generasi kerajinan usahanya ini berdiri.

“Saya penerus dari kakek saya, saya tetap konsisten memjual rotan walaupun harganya relatif tinggi namun punya kualitas bagus bisa tahan hingga 20 tahun,” pungkas Mu’min. (Raden)