Telkom Dorong Digitalisasi di Era Pandemi Covid-19 Supaya Dimanfaatkan UMKM

10
Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta sebagai narasumber Seminar dalam jaringan (Semaring) Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI, Jakarta, Sabtu (17/7). Dok/Telkom

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Penerapan digitisasi sangat dibutuhkan UMKM di era Pandemi Covid-19, semua produk harus tersedia secara online di marketplace, e-commerce dan media sosial.

Executive Vice President Telkom Regional II Jakarta, Teuku Muda Nanta mengatakan, pandemi Covid-19 mendorong masyarakat untuk beraktifitas melalui platform digital.

“Masyarakat, UMKM dan industri bisa memanfaatkan fenomena ini untuk meluncurkan produk atau jasa baru yang merambah segmen digital,” ujar Teuku Muda Nanta, Sabtu (17/7).

Teuku juga memaparkan, dalam pengembangan usaha menuju digitalisasi, UMKM membutuhkan connectivity internet. Telkom hadir menyediakan jaringan internet terbaik dengan berbagai macam pilihan produk sesuai dengan kebutuhan.

Beragam layanan digital hadir untuk mempermudah operasional usaha UMKM. Beberapa produk digital service Telkom untuk segmen UMKM adalah Point of Sales (POS) Bonum untuk mempermudah manajemen stock barang dan kasir. QREN sebagai alat bayar digital dan CloudX sebagai layanan untuk meeting virtual.

Telkom terus mendorong peningkatan kemampuan digital para pelaku usaha UMKM melalui program kemitraan seperti Rumah BUMN, Indigo untuk pengembangan start up, dan turut terlibat dalam program ITDRI (Indonesia Telecommunication Digital Research Institute) untuk membangun ekosistem riset telekomunikasi dan teknologi digital.

Telkom menghadirkan beberapa digital platform terbaik untuk mendorong pertumbuhan UMKM seperti Pasar Digital (PaDi) UMKM, dimana pelaku UMKM dapat menjual barangnya secara online kepada ratusan BUMN di Indonesia. Wonderin.id sebagai digital platform pariwisata dan agree sebagai digitalisasi ekosistem pertanian Indonesia.

Upaya percepatan vaksinasi terus dilakukan pemerintah sebagai bentuk penanganan Covid-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah saat ini sedang berusaha keras meningkatkan cakupan program vaksinasi.

Hingga saat ini, program vaksinasi telah sampai pada tahap ketiga selain tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, kini masyarakat usia 12-17 tahun juga sudah dapat menerima vaksin.

“Sasaran vaksinasi nasional di tingkatkan menjadi 208,2 juta. Dari yang sebelumnya hanya 181,5 juta,” ujar Budi sebagai keynote speech dalam Seminar Dalam Jaringan Nasional (Semaring) Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Menurut Budi, upaya percepatan program vaksinasi Covid-19, dibutuhkan peran serta dari semua pihak.

“Saya sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu pemerintah dalam akselerasi program vaksin agar dapat tercapai. Dengan membuat sentra vaksinasi dan mengedukasi masyarakat agar bersedia di vaksin. Fakultas Vokasi UKI dapat turut andil dalam menangani pandemi Covid-19. Dalam program vaksinasi, UKI dapat memberikan dukungan dengan mengedukasi akan pentingnya vaksin. Selain itu, berbagai inovasi penelitian dan pemikiran cerdas civitas akademika akan menjadi amunisi dalam menghadapi pandemi ini,” ungkap Budi.

Sementara, Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono, mengatakan, Seminar dalam jaringan (Semaring) yang termasuk dalam kegiatan Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI ini dilaku.

“Semaring ini sebagai bentuk edukasi terkait masalah epidemiologi dan juga mengenai masalah pentingnya vaksinasi untuk mengurangi penyebaran Virus Covid-19, dan bagaimana cara berbisnis di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Dhaniswara.

Selain dihadiri oleh Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono, semaring ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa Lado Purab, dan dipimpin oleh moderator Singgih Sasongko, yang juga merupakan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UKI. (*/Raden)