Tekan Penggunaan Beras Dan Mie, DKP Gelar Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman

34

Pandeglang – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang menggelar Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) Berbasis pangan lokal, dalam rangka mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan di Kabupaten Pandeglang Tahun 2019, di Hotel Rizki’s, Kamis (18/7).

LCM B2SA itu sendiri mengangkat kriteria lomba display paket lengkap makan siang, dan display produk olahan pangan lokal komersial berupa kudapan atau snack yang memiliki nilai komersial.

Kabid Konsumi dan Penganekaragaman Pangan Tanti Yulianti mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mengangkat potensi pangan lokal yang ada di Pandeglang agar memiliki nilai tambah dan bergerak kearah komersial, serta terciptanya menu-menu kreatif B2SA pangan lokal dari masing-masing Kecamatan sesuai dengan potensi kearifan lokal yang berkembang.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 orang dari OPD terkait, TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, dan Pelaku Usaha Pangan Lokal.”, ungkapnya.

Lanjut Tanti, Untuk saat ini dimasyarakat terutama untuk bahan pokok penghasil energi atau karbohidrat masih di dominasi oleh nasi atau mie yang terbuat dari bahan terigu, Apabila dibiarkan secara terus menerus tentu akan berdampak kurang baik terhadap kesehatan.

“Padahal pengganti beras dan terigu ini tersedia di Pandeglang, seperti umbi-umbian, singkong, sukun, irut, gayong, kumbili, gadung, jagung dan lain-lain.” Tuturnya.

Lanjutnya, penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap makanan lokal yang menyehatkan ini dikarenakan maraknya makanan cepat saji dan modern yang tersedia di masyarakat.

“kami terus berupaya dari berbagai pihak untuk selalu mendukung promosi konsumsi B2SA berbasis pangan lokal kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Pandeglang Pery Hasanudin mengatakan, salah satu bentuk pembangunan pangan berkelanjutan adalah melalui diversifikasi pangan untuk mendukung hidup sehat, aktif, dan produktif.

“diversifikasi pangan adalah upaya membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” kata Pery Hasanudin.

Dengan adanya diversifikasi pangan, Pery berharap ketergantungan masyarakat terhadap pangan pokok berupa beras bisa ditekan, serta dapat meningkatkan pemanfaatan potensi lokal baik berupa potensi tanaman lokal maupun sumberdaya manusia”, ujarnya. (Fikram)