Tekan Kebocoran PAD, DPRD Banten Dukung Digitalisasi Retribusi Pemda

13
(kanan) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Povinsi Banten Erwin Soerjadimadja bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R. Sumedi melakukan penyerahan buku laporan perekonomian bulan Februari 2021 secara simbolis. Foto/Raden Warna/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R. Sumedi optimis, penerapan elektronifikasi transaksi keuangan daerah mampu meningkatkan pendapatan pajak asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.

“Karena posisi retribusi kita (Provinsi Banten) dibandingkan pajak sangat jauh yaitu hanya 0,22 persen saja. Makanya saya yakin dengan adanya digitalisasi bisa meningkatkan pendapatan retribusi,” kata Gembong pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Tahun 2021 di Kantor BI Banten, Senin (5/4).

Selain itu lanjut Gembong, dengan adanya digitalisasi, seluruh kesalahan transasksi seperti adanya kebocoran dana bisa diminimalisir.

“Karen tidak lagi melalui beberapa meja, dan langsung terhimpun dan terintegritas dalam satu tempat,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, beberapa hal yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah dan DPRD dalam menyambut digitalisasi diantaranya, tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang paham IT.

“Karena bicara digital, kita memerlukan adanya fasilitasi big data analisis ekonomi, portal potensi ekonomi Banten, infrastruktur digitalisasi, serta perhatian terhadap bland spot (titik buta) yang masih banyak sinyal lemah di daerah terpencil,” ujar Gembong.

Masih kata Gembong, pihaknya juga sudah mengimbau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, supaya mulai menerapkan pemanfaatan transaksi digital.

“Di OPD ini banyak yang melakukan retribusi seperti Dinas PU (Pekerjaan Umum) dengan adanya peminjaman barang, kemudian Dinas pengembangan SDM seperti retribusi diklat dan lain sebagainya bisa terintegrasi,” katanya.

Lebih spesifik lagi, Gembong berharap seluruh kabupaten/kota juga turut mendukung adanya digitalisasi keuangan dan ekonomi supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.

“Karena tiap daerah lebih banyak lagi retribusinya, seperti retribusi hotel dan restoran, dan juga bisa memberikan informasi yang tepat,” tutup Gembong. (Raden)

Editor: Ismatullah