Sabtu, 18 Mei 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Tekan Inflasi, Pemkot Serang Panen Bawang Merah Hasil Poktan Sawah Luhur

Esih Yuliasari

| 18 Januari 2024

| 18:00 WIB

Bawang merah yang siap untuk dipanen di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (FOTO: HUMAS PEMKOT SERANG).

Tak hanya itu, Ahmad Ropasi selaku ketua kelompok Tani Sumber Jaya mengatakan bahwa bawang merah yang dihasilkan merupakan bawang merah jenis Bima Brebes yang kualitasnya bagus di lingkungan pasar.

“Jenis bawang yang ditanam ini merupakan jenis bawang bima brebes, ini bawang yang bagus dipasar,” ujarnya.

Adapun untuk harga yang disalurkan dari petani bawang kota serang berkisar Rp20 ribu hingga Rp35 ribu.

“Kalau di tingkat grosir di angka 20 hingga 22 ribu, kalau ecer dari harga 30 hingga 35 ribu perkilonya” jelasnya.

“Kalau dipasaran tergantung varitas bawangnya, kalau varitas bawang dari jawa timur itu terbilang rendah dibanding bawang berebes” imbuh Ropasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKP3 kota serang Sony August menjelaskan kegiatan panen pada hari ini merupakan panen pertama yang sudah dilakukan penanaman pada bulan november 2023 kemarin.

Pemerintah Kota Serang dalam beberapa waktu ke depan akan terus mengusahakan untuk menanam beberapa jenis tumbuhan yang bisa dilakukan penanaman guna menangani inflasi seperti yang dijelaskan sebelumnya.

“Sebenarnya kita lagi pemetaan, kita sedang melihat bersama pak ahmad ropasi kondisinya apakah ada lahan sawah/padi yang dimungkinkan untuk kita bervaritas bawang lagi, kita inginnya lebih dari 12 hektare kita inginnya 50 hektar,” ungkapnya.

“Mungkin saja ditengah-temgah musim ada lahan padi yang kurang produktif, namun untuk pengolahan lahannya terbilang cukup mahal diangka 30 juta untuk mengolah satu hektar lahan saja,” imbuh Soni.

Selain itu guna memenuhi target yang diharapkan, Kepala DKP3 Kota Serang berharap ke depan Pemkot Serang bisa memiliki lahan bawang minimal 50 hektar untuk tahun 2024 saat ini.

“Kalau tahun ini bisa punya 50 hektar, berarti hasil panen sekitar 50 ton, kalau berbicara 3 bulan produksi berarti satu tahun bisa empat kali panen dengan perolehan sekitar 200 ton dalam satu tahun, kalau seperti hal itu,” tandasnya.*

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Scroll to Top