“Technopreneur” Transformasi Pengusaha Dengan Gagasan Teknologi

47
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Faletehan Enji Azizi. Dok/Istimewa

Oleh: Enji Azizi
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Faletehan
.

Teknologi merupakan alat yang sangat paling mudah dalam memulai usaha. Dimana, seorang technopreneur diberikan peluang untuk melalukan berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis.

Teknologi juga merupakan bagian dari solusi dalam mengubah cara-cara yang ortodoks menjadi lebih modern dan lebih efisien.

Sehingga banyak ide-ide yang dapat diciptakan oleh seorang technopreneurship dengan memaksimalkan teknologi untuk dapat lebih memberikan dampak keunutungan dan mengembangkan terhadap usaha yang dijalankan :
Pengertian Technopreneur

Technopreneur adalah perpaduan kata yang berasal dari dua kata yaitu: Techno yang artinya “teknologi” dan Enterpreneur artinya “kewirausahaan”.

Jika kita artikan ke dalam bahasa umum adalah jenis kegiatan usaha yang dalam prosesnya menggunakan alat bantu teknologi.

Sebab proses yang dilakukan technopreneurship merupakan kombinasi atau perpaduan dari kemajuan teknologi dan keterampilan kewirausahaan. Dalam transformasi produk dan layanan, bagian integral dari technopreneur adalah teknologi.

Technopreneur itu sendiri adalah generasi baru di bidang kewirausahaan. Dengan banyaknya jenis usaha dan persiangan yang sangat ketat, maka jika kita menjalankan kewirausahaan yang kekinian maka inisangat cocok untuk orang yang sangat senang berinovasi, senang kuliner, paham akan teknologi, perhitungan berbagai risiko yang sudah matang.

Technopreneurship hanya akan bias dicapai jika mendapatkan, inovatif, paham teknologi, nafsu makan, dan bersemangat dalam perhitungan risiko. Kesuksesan seorang Technopreneurship dapat dicapai dengan sukses jika kinerja tim dapat dijalankankan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Contoh Technopreneur

Seperti yang didefinisikan oleh Collins Dictionary, “techpreneur adalah wirausahawan yang memulai dan mengelola bisnis teknologinya sendiri.”
Nama tersebut berasal dari tahun 1990-an dan perpaduan antara “tekno” dan “pengusaha” yang mengambil risiko yang diperhitungkan di dunia teknologi.
Tahukah Anda siapa techpreneur ini?
Berikut adalah contoh beberapa technopreneurship yang menjadi contoh.

Elon Musk
Miliarder Elon Musk telah dianggap sebagai Tech Geeks, yang merupakan CEO SpaceX, PayPal, dan Tesla. Lebih jauh, Elon Musk dikenal sebagai pioner dan dia telah membuang kesalahpahaman bahwa satu-satunya cara terbaik untuk memotong biaya bisnis adalah outsourcing.
Elon Musk selalu menyemangati kelompok teknopreneur yang suka mengambil risiko.

Bill Gates dan Steve Jobs

Teknopreneur terkenal lainnya mencakup Bill Gates yang merupakan pendiri dan pemilik perusahaan pemenang penghargaan sepanjang masa, Microsoft. Tapi kita juga tidak pernah melupakan mendiang Steve Jobs.

Tentu saja, film tentang Steve Jobs yang berjudul “Pirates of Silicon Valley” itu memberinya gelar technopreneur. Film biografi tentang pria itu menampilkan gambaran nyata dari dunia teknologi yang kita miliki saat ini.

Ini melibatkan semua tindakan kreatif yang terlibat dalam pembangunan kerajaan korporat global, Steve Jobs, Apple Computer Corporation.

Sangat menarik bisa mendapatkan technopreneur hebat pada saat bersamaan. Kedua perusahaan ini bersaing satu sama lain di masa lalu di berbagai acara. Pertarungan teknologi komputer dan perangkat lunak ini menarik untuk disaksikan.

Tujuan Technopreneurship

Tujuan dari Technopreneurship adalah dapat memudahkan orang dalam menghasilkan produk baik itu barang maupun jasa dalam memenuhi kebutuhan pasar. Dan produk yang dihasilkan dari seorang Technopreneurship seringkali menghasilkan produk yang menjadi solusi bagi orang lain.

Technopreneur tentu saja mempunyai kontribusi yang besar bagi masyarakat dan bangsa, salah satunya adalah berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Beberapa hal yang dapat kia perankan, jika menjadi seseorang sebagai Technopreeur, diantaranya dalah:

  1. Menciptakan Kesempatan Kerja
    Jika kita ingin memulai bisnis, tentu saja kita membutuhkan tenaga kerja yang sesuai bidang keahllian yang diharapakan, dengan tujuan agar operasional usaha terlaksana dengan baik. Dengan cara yang sama, technopreneurship menciptakan lapangan kerja dan membantu bangsa untuk memerangi masalah pengangguran. Ini meningkatkan tingkat lapangan kerja suatu perekonomian.
  2. Sumber Daya Lokal

Sumber daya yang dimiliki ileh Indonesia itu sangatlah banyak, seperti sumber daya alam yang produktif yang dapat dimanfaatkan bagi para pengusaha. Yang tadinya tidak mempuyai nilai bahkan bisa menjadi sumber daya alam yang bernilai.

  1. Diversifikasi bisnis dan desentralisasi

Dalam hal ini seorang pengusaha yang aktif dan inovatif tentu saja dapat mengetahui peluang bisnis dan menempatkannya di daerah yang sesuai termasuk daerah terpencil. Sehingga peluang demi peluang selalu dapat dimanfaatkan dengan baik, dan berdampak kesuksesan bagi yang menjalankannya secara fokus.

  1. Kemajuan teknologi
    Kemajauan dan perkembangan teknologi dapat menambah tingkat kreatif dan inovatif. Dimana Seorang Tecnopreneur memainkan peran penting dalam bidang pemanfaatan serta perkembangan teknologi.
  2. Promosi kegiatan kewirausahaan

Promosi melalui Platform teknologi merupakan sebuah peluang yang sangat mudah dan murah dalam mencapai perolehan penjualan yang maksimal. Sehingga dengan Technopreneur kesuksesan dapat dicapai secara menyeluruh ke berbagai tempat.
Bagaimana Cara menjadi Seorang Technopreneur yang Sukses?

Menjadi seorang yang sukses merupakan impian bagi setiap individu tentunya, dan sekarang kita sudah mengenal istilah yang namanya “Technopreneurship”. Dimana, technopreneurship merupakan seseorang yang hebat yang telah memanfaatkan platform teknologi sebagai wadah dalam menjalankan usahanya. Pertanyaan yang timbul adalah, bagaimana menjadi seorang teknopreneur?

Jika kita sudah punya ide-ide kreatif yang inovaatif , dapat menggunakan atau mau belajar menggunakan paltform teknologi. Maka, harus sudah siap menjelajahi hal-hal dengan risiko untuk menemukan sesuatu yang baru. Sehingga keinginan kita untuk menjadi seorang technopreneur dapat diwujudkan.

Ide yang dimunculkan adakalanya tidak dapat diterima langsung pada awalnya, tetapi ketika sudah mulai direalisasikan dengan cara dieksperimenkan ternyata hasilnya sangat bagus dan mencengangkan.
Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk menjadi seorang technopreneur :

  1. Membangun tim
    Technopreneurship adalah kombinasi antara keahlian teknis dengan bakat kewirausahaan. Tim yang akan dibentuk tentu saja harus yang faham menggunakan teknologi dengan baik, karena dengan demikian tim dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Tidak perlu lagi mengajarkan tim secara lama. Jadi alur pekerjaannya harus menggunakan teknologi.
  2. Meningkatkan keterampilan pemecahan masalah
    Meningkatkan keterampilan dalam pemecahan masalah merupakan salah satu hal yang harus dimilik oleh seorang Technopreneur, dimana kita harus terus memecahkan masalah di dalam setiap kesempatan. Sehingga hal-hal yang terkait operasional yang mengalami perubahan, pembiayaan,, aturan atau regulasi yang menjadi hambatan, Jasi, seorang Technopreneur diperlukan kemampuan pemecahan masalah.

Seraong Technopreneur selalu punya alternatif rencana cadangan, jika Jika Anda gagal dalam rencana nyata, Anda harus membuat rencana sebelumnya dengan alternatif. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk menganalisis biaya, waktu, tenaga, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk berbagai jalan. Jangan lupa untuk menghitung keuntungan yang diharapkan. 

  1. Keputusan tentang strategi akhir
    Tentu saja setiap keputusan tentang strategi akhir adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap tecnopreneur. Sekalipun adanya hal yang terjadi adanya pro dan kontra atas opsi yang dipilih, kita harus dapat mempunyai strategi terbaik yang hemat biaya serta layak secara komersial. Jangan membingungkan diri sendiri dengan mengubah rencana Anda berulang kali.

Seorang Technopreneur biasanya mereka yang bekerja keras untuk mewujudkan apa yang telah menjadi hasil pemikiran yang inovatif, kreatif dimana dibutuhkan keteguhan hati untuk mewujudkan suatu ide tersebut. Bisa saja ide dan pendapat kita dilakukan perubahan jika diperrlukan tapi tentu saja sudah dengan pertimbangan yang sangat matang.
Apakah Technopreneurship hanya Tentang Teknologi Saja?

Technopreneurship merupakan salah satu bentuk usaha yang kegiatanya meliputi bidang kewirasuhaan dengan menggunakan wadah atau sarana teknologi. Dimana technopreneurship ini mempunyai peran sebagai para generasi yang melakukan usaha atau bisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Sebab dengan teknologi segala hal kegiatan usaha atau bisnis dapat dengan mudah untuk dijangkau.

Dengan berbagai persaingan yang begitu banyak, maka ide cemerlang sangatlah dibutuhkan, dimana sebagai pengusaha yang menginginkan maju dan sukses dan menjadi technopreneurship inovatf dan kreatif tentu harus selalu meningkatkan keterampilan teknis dan memperluas koneksi untuk kemajuan usaha yang sedang dijalankan.

Jadi selain teknologi maka seorang technopreneurship harus mempunyai wawasan, ide kreatif yang cemerlang dan penemuan-penemuan yang inovatif.
Fokus Kerja seorang Technopreneur
Dalam hal ini ada hal yang perlu diketahui oleh seorang Technopreneur, dimana hal utama yang harus difokuskan adalah sebagai berikut :

•Kegiatan usaha berteknologi tinggi dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi, internet, layanan kehidupan, elektronik, dan bioteknologi.
•Salah satu jenis Perusahaan jasa yang misi utamanya adalah teknologi.
•Menjalankan kegiatan dengan merancang produk berteknologi tinggi seperti perangkat keras atau perangkat komputer.
•Teknologi merupakan wadah yang digunakan dalam penyampaian aktivitas bisnis normal.

Kesimpulan:
Technopreneur merupakan prosedur untuk menghasilkan inovasi manusia dengan bantuan teknologi, dalam hal ini teknologi merupakan salah satu wadah dalam melakukan segala perkembanga untuk suatu organisasi, negara, dan juga dunia. Dan Technopreneur ini bukanlah produk tetapi sarana yang membantu setiap insan dalam pemanfaatan teknologi untuk menjadi kewirausahaan ataupun pengusaha yang kreatif, inovatif dan terpercaya.