Tanpa Antre, Kini Bayar Denda Tilang Bisa di Kantor Pos

0
54

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang memudahkan masyarakat membayar denda dan mengambil barang bukti tilang melalui Kantor Pos Serang.

Program pelayanan prima tersebut terwujud berkat kerjasama antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang dengan Kantor Pos Serang.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Pos Serang Muhamad Syarif dan Kepala Kejari Serang Azhari di Kantor Kejari Serang, Kamis, (29/1) kemarin.

Kepala Kejari Serang Azhari mengatakan, melalui kerja sama tersebut, seluruah warga Serang dan sekitarnya yang terkena tilang di wilayah Serang, baik kota ataupun kabupaten, kini tidak perlu mengantre di Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang untuk membayar denda dan biaya perkara pasca putusan sidang.

Bahkan, pelanggar rambu-rambu lalulintas juga bisa tinggal duduk manis dirumah, karena barang bukti tilang bisa diantar sampai ke rumah oleh petugas Kantor Pos tanpa ribet-ribet mengantre.

“Jadi kalau terjadi pelanggaran dibidang lalulintas, pelanggar tidak mesti ke kantor Kejaksaan, tapi bisa ke Kantor Pos yang terdekat untuk melakukan pembayaran dan juga bisa mengambil barang bukti disana,” ujar Azhari kepada awak media.

Ia menuturkan, program itu dibuat karena keprihatinan melihat masyarakat berjubel di kantor Kejari Serang saat membayar denda dan barang bukti tilang. Program ini berlaku 1 Februari 2020 melalui 28 cabang Kantor Pos.

“Jadi kalau masyarakat membutuhkan pelayanan jasa tilang, kini tidak mesti harus datang ke Kejaksaan Serang, tapi bisa menggunakan jasa pelayanan Kantor Pos Serang,” katanya.

Namun karena sudah dipermudah untuk mendapatkan barang bukti dan bayar denda tilang, ada biaya administrasi dan biaya antar yang dikenakan bagi pelanggar tilang.

“Tentu ini ada biayanya. Untuk biayanya sudah ditentukan oleh Kantor Pos. Jadi bukan dari pihak Kejaksaan. Kalau misalnya mereka (pelanggar) bayar di Kantor Pos, biaya layanan administrasinya Rp5 ribu, tetapi kalau barang bukti berupa STNK dan SIM mereka ingin dianter kepada alamat pelanggar menggunakan jasa Pos, mereka cukup dirumah, nanti Kantor Pos yang akan menyerahkan barang bukti tersebut. Namun itu biayanya sekitar Rp15 ribu,” katanya.

Masih kata Azhari, pelayanan tersebut merupakan bagian dari untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sebagai wujud implementasi Wilayah Bebas Korupsi dilingkungan kantor Kajari Serang.

“Jadi dengan adanya layanan dari Kantor Pos ini, pelayanan kepada masyarakat makin dipermudah mengambil barang bukti tilang,” katanya.

Sementara, Kepala Kantor Pos Serang, Muhamad Syarif mengapresiasi positif kerjasama antara PT Pos Indonesia (Persero) dengan Kejari Serang. Menurutnya, sijlnergitas kerjasama ini akan makin memudahkan masyarakat, khususnya dalam pembayaran denda tilang dan pengambilang barang bukti STNK atau SIM.

“Apalagi jaringan Kantor Pos di Banten ini ada 28 Kantor Cabang. Hampir disetiap Kecamatan ada. Jadi masyarakat akan lebih terbantu,” katanya.

Dijelaskan Syarif, setelah warga atau pelanggar lalu lintas melakukan pembayaran tilang di Kantor Pos, barang bukti berupa SIM atau STNK akan langsung dikrim dalam waktu 1×24 jam sampai ke rumah pelanggar tersebut.

“Jadi dengan kehadiran PT Pos Indonesia ini, maka bayar denda tilang bisa di Kantor Pos dan menunggu barang buktinya juga tidak perlu antre di kantor Kejari Serang, tapi cukung nunggu dirumah saja,” katanya.

Syarif menambahkan, kerjasama layanan pembayaran denda tilang dengan Kajaksaan Negeri ini juga akan segera dilakukan dengan Kejari di Kubupaten/Kota lain di Banten.

“InsyaAllah khususnya untuk Wilayah Banten sini, kita akan koordinasi dengan Kepala Kantor Pos lainnya, karena ini masih satu Region 5. Jadi kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan wilayah yang lain dan Kejari Serang ini menjadi pioneer atau pilot projeknya,” tutup Syarif (Raden)

Tinggalkan Balasan