Pameran ini akan berlangsung mulai tanggal 20-29 November 2020 mendatang.
Ketua AOB TB Samsul Ma’arif mengatakan, pameran ini dilaksakan untuk membangkitkan pasar otomotif di Banten yang redup akibat Covid-19.
“Ini merupakan harapan bagi para pelaku bisnis otomotif supaya di tahun 2020 ini mampu memaksimalkan penjualan. Hingga sore ini sudah ada 33 surat pemesanan kendaraan (SPK) sebelum pameran dibuka,” kata pria yang akrab disapa Iif kepada awak media, Jumat (20/11).

Kepala Cabang Suzuki Cilegon ini mengatakan, jumlah peserta pameran yang ikut berpartisipasi dalam ajang BMM 2020 sebanyak 19 merek kendaraan, yakni 12 merek kendaraan mobil dan 7 merek sepeda motor.
“Kami juga mengajak para asuransi dan lising kendaraan bermotor supaya memberikan kemudahan dalam transaksi,” ujar Iif.
Untuk memaksimalkan penjualan dalam pameran ini, lanjut Iif, AOB juga menghadirkan berbagai hadiah menarik diantaranya 4 unit sepeda motor, kompor gas, kulkas, kipas angin dispenser dan lain sebagainya yang akan diundi pada hari terakhir pameran.
“Promo ini juga berlaku bagi penjualan diluar both, baik itu dirumah, di dealer maupun di tempat pameran. Tujuannya supaya para konsumen memutuskan pembelian saat pameran ini berlangsung,” imbuhnya.
Iif menambahkan, selama pameran berlangsung pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan, seperti menyemprot both dengan disinfektan setiap hari serta mewajibkan para pengunjung untuk mengenakan masker dan membatasi pengunjung masuk sebanyak 20 orang.
“Semoga dengan usaha ini mampu meningkatkan penjualan dan tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 yang baru,” kata Iif sambil mengimbau peserta dan pengunjung pameran untuk menerapkan protokol kesehatan.
Diketahui, pameran yang awalnya akan berkolaborasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten bernama Banten Automotive Exhibition (BAE). Namun, lantaran tak mendapatkan support Bapenda Provinisi Banten, pameran digelar secara sederhana dengan nama Pameran Bursa Mobil Motor 2020.
“Karena kondisinya tidak memungkinkan dan sedang pandemi. Dan kita tahu juga dinas banyak mengalihkan pembiayaan (anggaran), akhirnya kami dari AOB, dan tanpa supporting dari pihak lain pun kami harus tetap jalan,” kata Iif.
“Karena kami juga didesak salah satunya oleh target tahunan kami yang tidak nyampe dua bulan ini harus kita penuhi,” sambung Iif.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sohari belum merespon panggilan dan pesan singkat wartawan. (Raden)
]]>