Tak Ada Operasi Pasar Harga Minyak Goreng Tinggi, Pedagang : Omset Berkurang

17
Salah satu Pedagang Pasar Rau Kota Serang Suaroh, Rabu (12/1/2022).

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Harga minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang masih tinggi. Akibatnya omset yang didapat dari pedagang berkurang.

Salah satu pedagang di Pasar Induk Rau, Kota Serang Suaroh menuturkan, bahwa kenaikan harga minyak sering mendapatkan keluhan dari konsumen. Karena kenaikan minyak goreng sebelum tahun baru 2022 sejak bulan November 2021 sudah tinggi.

“Untuk harga minyak goreng curah per liternya mencapai Rp18 ribu hingga Rp19 ribu. Untuk harga minya goreng kemasan kita jual itu Rp20 ribu per, hanya untuk sedikit omset pun berkurang,” ungkap Suaroh, Rabu (12/1/2022).

Dia mengaku dirinya hanya mampu menjual sekitar 10 liter minyak goreng per harinya, namun sebelum harga minyak yang tinggi, dirinya mengaku bisa menjual lebih dari itu per harinya.

BACA JUGA : Harga Cabai Rawit di Pasar Bojonegara Turun Jadi Rp 80 Ribu Per Kg

Dikatakan Suaroh, tak hanya harga minyak goreng yang naik, ada beberapa bahan pun lainnya mengalami kenaikan, seperti harga terigu dan gula pasir. “Minyak goreng ngga turun, malah terigu juga mengalami kenaikan, gula pasir juga naik,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ada operasi pasar dari pemerintah, dirinya belum melihat maupun melihat adanya operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah mengenai harga minyak goreng tinggi di pasaran.

“Ngga ada operasi pasar, saya belum lihat dan belum dengar-dengar, sempat dapat kabar ada yang satu liter itu Rp14 ribu tapi tidak tahu itu dimana,” paparnya.

Oleh sebab itu, dia berharap, pemerintah dapat segera menstabilkan harga bahan kebutuhan masyarakat seperti minya goreng agar semua kembali stabil.

“Saya harap pemerintah harus tahu nasib rakyatnya, ya sedih juga. Ya semoga dapat segera normal lagi harga minyak ini,” harapnya.

Senada dikatakan pedagang lainnya, Ade. Dia mengatakan kenaikan harga minyak goreng mengalami kenaikan, mendapatkan keluhan dari masyarakat terutama pedagang gorengan.

Kenaikan harga minyak goreng sudah lama, namun dirinya belum mendengar atau melihat adanya operasi pasar terkait kenaikan harga minyak goreng.

“Kami pedagang ingin harga minyak goreng cepat segera turun dan normal, ya pengennya juga harga stabil dan konsumen pun ramai kembali,” tutupnya.***