Sukses Salurkan KPR Subsidi FLPP 113 Ribu Unit Rumah, Bank BTN Fokus Garap BP2BT

76
Perumahan Harmony Residence 2 Kasemen Serang. (Foto: Istimewa)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Direktur Consumer And Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, hingga Oktober 2021 Bank BTN telah merealisasikan penyaluran 113 ribu unit rumah kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Dengan habisnya kuota FLPP sampai Oktober 2021 ini kalau BTN sudah merealisasikan 113 ribu unit rumah,” ujar Hirwandi Gafar kepada wartawan usai menghadiri Silaturahmi Pengurus dan Anggota REI Banten bertajuk “Sukseskan Program BP2BT Untuk Rumah MBR” yang digelar REI Banten di salah satu hotel di Kota Serang Rabu, (27/10).

Ia mengatakan, realisasi penyaluran KPR FLPP pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu sekitar 110 ribu unit rumah. Tapi itu FLPP dan SSB (selisih suku bunga) sekarang selisih suku bunga kan sudah gak ada lagi. Dengan adanya tambahan 113 dengan 11 ribu berarti sampai akhir tahun nanti diangka 130-135 ribu unit. Kita sih berharap ada alokasi subsidi lagi dari pemerintah sehingga kita menuju diangka 150 ribu unit di tahun ini,” katanya.

Sehingga kata Hirwandi, dengan habisnya kuota penyaluran rumah FLPP, pihaknya saat ini akan fokus menyalurkan bantuan KPR pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Mulai hari ini sampai kedepan kita akan menyalurkan BP2BT. Tentu dengan acara ini (sosialisasi) akan memberikan kesempatan bagi Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) dan juga BTN untuk menyampaikan secara lebih detail lagi kepada para pengembang untuk juga bisa menjual kepada para MBR, sehingga para MBR bisa mengajukan BP2BT,” katanya.

Adapun alokasi yang didapatkan BTN untuk menyalurkan program BP2BT dari Pemerintah kata dia sebanyak 11 ribu unit rumah.

“Sisa kuota yang diberikan pemerintah itu 11 ribu unit secara nasional. (Sekarang) kita sudah realisasikan 1.600 unit sehingga tinggal 1.400 unit rumah lagi yang akan kita salurkan sampai November 2021,” katanya.

Pihaknya optimistis, 11 ribu unit rumah melalui program BP2BT itu dapat terserap 100 persen oleh masyarakat.

“Karena BTN setiap bulannya rata-rata 15 ribu unit kita jualan. Jadi kalau tinggal 9.400 unit itu bukan angka yang banyak, mungkin pertengahan November kita sudah habis,” katanya.

Untuk diketahui, BP2BT adalah kredit kepemilikan rumah bersubsidi program kerja sama antara Bank BTN dengan Kementerian PUPR yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya.

Melalui program BP2BT, pemerintah menyediakan bantuan subsidi KPR hingga Rp 40 juta untuk pembelian rumah mulai dari Rp150 juta.

“Dan yang menarik, BTN sudah memberikan kemudan-kemudahan di dalam BP2BT. Pertama suku binga 9,5 persen fix untuk yang lima tahun atau 10 persen fix untuk yang 10 tahun. Tinggal pilih mau yang mana. Dan juga bagi para pengembang untuk cash flownya. Dan sebelum menerima uang muka dari pemerintah yang 40 juta itu kita berikan dana talangan, sehingga cash flow pengembang tetap terbantu,” pungkasnya.**