Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johny G Plate melalui Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Pos dan Informatika Ismail di International Convetion Exhibition (ICE), BSD pada Selasa (14/12/2021)
Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan pengembangan smart city berbasis lingkungan yang dilaksanakan di Kelurahan Randakari.
“Penghargaan ini masuk dalam dimensi smart environment yang diusung dengan program GEMPIL (Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan) yang merupakan pengembangan dari program kampung iklim yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon,” katanya kepada wartawan.
Helldy juga menyampaikan, saat ini Pemkot Cilegon menggandeng PT Indonesia Power tengah fokus mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang nanti akan digunakan untuk bahan bakar industri.
“Kedepannya bahan bakar ini akan dimanfaatkan untuk industri-industri melalui metode-metode biodrying yang dapat menghasilkan kalori hasil biodegradasi sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Johnny G Plate menuturkan Kementerian Kominfo akan terus mendorong penerapan smart city berdasarkan enam pilar.
“Enam pilar yang bapak ibu sekalian mengetahuinya yaitu smart governance, smart infrastructure, smart economy, smart living, smart people, dan smart environment,” tuturnya.
Pengembangan smart city, dikatakan Johnny, merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkat kesejahteraan masyarakat.
“Dalam pengembangan smart city diperlukan sebuah tata kelola pemerintahan, tata kelola pemerintahan yang bersih, tata kelola pemerintahan yang efektif, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi masyarakat kita,” terangnya.
Johnny menjelaskan, kegiatan penghargaan tersebut adalah sebuah inisiatif Kominfo yang berkolaborasi dengan berbagai elemen dalam rangka mendorong pembangunan berbasis smart city.
Tidak sampai disitu, pada gerakan tersebut juga Kominfo melakukan proses pembimbingan kepada kota dan kabupaten yang terpilih dalam membuat rencana induk atau master plan pembangunan smart city.
“Setiap tahun, secara rutin juga dilakukan proses evaluasi atas semua program yang telah ditetapkan, untuk memastikan semua rencana yang tersusun dapat dieksekusi dengan baik, dapat dilaksanakan dengan baik,” tutup Johnny.***
]]>