Stok Beras Bulog 3.102 Ton

105
Foto: Dok. Katadata

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Perusaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan pangan di Provinsi Banten khususnya Kabupaten Pandeglang selama pandemi cvirus korona (Covid-19) tetap aman.

Demikian di lungkapkan Kepala Bulog Cabang Lebak-Pandeglang Meita Novariani saat menghadiri rapat evaluasi bersama tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang di Ruang Pintar, Jumat (3/4).

“Saat ini stok beras yang ada di kami mencapai 3.102 ton. Jadi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meski saat ini sedang merebaknya virus corona. Karena para petani tetap berproduksi. Apalagi saat ini sudah memasuki musim panen raya,” kata Meita Novariani.

Untuk itu kata dia, pihaknya juha akan segera menyerap gabah para petani agar stok pangan makin melimpah.

“Makanya kaminjuga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk program bantuan sembako, dimana nanti seluruh agen sembako akan dijadikan stabilisasi harga kebutuhan pokok,” katanya.

Hal tersebut kata dia, dilakukan dalam rangka mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak usah jauh-jauh mencari kebutuhan pangan, sekalipun saat ini sedang dalam keadaan pembatasan di musim wabah corona, akan tetapi kita akan drop ke setiap agen sembako di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang. Sehingga kebutuhan pokok masyarakat selalu terjaga,” tuturnya.

Selain beras kata Meita, kebutuhan pangan lainya seperti gula, minyak sayur, daging sudah mulai masuk ke Bulog.

“Tentunya ini merupakan langkah kesiapsiagaan Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam menghadapi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, dalam menghadapi masa pandemi korona, kebutuhan pangan bagi masyarakat harus terpenuhi dengan baik.

“Oleh karena itu pemerintah daerah telah dan terus melakukan langkah – langkah cepat untuk mengantisipasi dampak dari pandemi Covid-19. Selain pencegahan dan penanganan Covid-19 secara menyeluruh, tentunya masalah ketersediaan pangan juga menjadi skala prioritas,” ujarnya. (Red)