Jumat, 19 Juli 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Sosok Badri Burlian, Pengusaha Asal Banten yang Berhasil Ekspor Briket ke Arab Saudi

Budi Man

| 26 Oktober 2023

| 18:25 WIB

Pengusaha asal Banten, Badri Burlian sekaligus Direktur PT Harapan Agri Sentosa (HAS).usai acara pelepasan ekspor perdana briket di halaman Taman Pancaniti, KP3B, Kota Serang, Rabu (25/10/2023). Foto: Budiman/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM- Pengusaha asal Banten, Badri Burlian merupakan Direktur PT Harapan Agri Sentosa (HAS). Pria berusia 40 tahun tersebut telah sukses mengantarkan briket batok kelapa ‘terbang’ ke Arab Saudi.

Tentu hal itu membanggakan, terlebih ekspor sebanyak 36 ton briket yang ia lakukan dengan nilai Rp552 juta itu, merupakan kali pertama di Banten.

Namun prestasi itu bukanlah suatu proses simsalabim langsung bisa ia nikmati. Perlu jalan perlahan agar bisnis membakar batok kelapa itu mampu membuka pasar internasional.

“Mencoba-coba ke pasar, dibantu juga oleh pemerintah baik kota maupun provinsi untuk ikut di pelatihan kaya kemarin dipelatihan pameran. Setelah ikut pelatihan, mulai kita ada komunikasi dengan pihak buyer,” ujarnya usai acara pelepasan ekspor perdana briket di halaman Taman Pancaniti, KP3B, Kota Serang, Rabu (25/10/2023).

Bahkan, bisnis yang digeluti sejak 2018 itu pernah terpuruk saat Covid-19 merebak. Perlahan tapi pasti, ia bangkit kembali.

Walhasil, bisnisnya mampu bangkit dari keterpurukan dan diganjar omset tiga digit buah kesabaran hasil ekspor ke negeri sebrang.

“Omset sekitar Rp500 juta,” katanya.

Kendati demikian, bukan pengusaha jempolan jika tak menemui kendala. Kendala yang ia temui soal bahan baku yang hampir 85 persen di peroleh di luar Banten.

“Dari Banten itu Malingping, sisanya dari Sumatera dan Nusa Tenggara Timur. Karena di kita (Banten) tak cukup untuk produksi,” ujarnya.

Padahal, ia membutuhkan sekitar 200 ton bahan baku batok kelapa perbulan untuk terus beroperasi di pabriknya.

Ia tak ambil pusing dan yakin akan petuah sang ayah bahwa dari batok kelapa manusia masih bisa hidup, bahkan menghidupi orang lain.

“Ingat petuah bapak dulu, kalau ga ada uang bilangnya mau jual kelapa dulu,” pungkasnya.

Terakhir, ia berharap agar segera dibangun pelebaran jalan akses ke pabriknya. Sebab, jalan masuk ke pabriknya tergolong kecil. 

Jalan itu ia butuhkan untuk menunjang datangnya bahan baku maupun untuk pengiriman briket. 

“Akses masuk ke pabrik kecil, sekitar 500 meter. Besar harapan saya kepada dinas terkait untuk melakukan pelebaran dan betonisasi demi menujang kelancaran mobilisasi, baik kedatangan bahan baku dan hasil produksi yang siap ekspor,” tutupnya. 

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top