Sering Kecurian, Petani Porang di Kabupaten Serang Pasang CCTV

36
Imamudin Ketua Poktan Subur Jaya sedang menunjukan umbi porang di gudang porang Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Kamis (2/9). (Foto: Fitra/Ekbisbanten.com)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Salah satu Petani Porang di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang Imamudin memasang Closed Circuit Television (CCTV) di kebun porang miliknya. Hal ini dilakukan lantaran bibit porang yang Ia tanam di kebun berulang kali hilang.

Melihat hal tersebut Imam memasang CCTV untuk memantau kebun porang miliknya. CCTV ini Ia pasang setiap kali masa tanam dilakukan. Imam mengaku, setelah adanya CCTV kebun miliknya menjadi aman.

“Dari tahun kemaren aja (pasang CCTV). Porang mah kendalanya itu ya keamanan. Sampe sekarang,” ujar Imam saat ditemui Ekbisbanten.com di gudang penyimpanan porang Desa Sangiang, Rabu (1/9).

Selain memasang CCTV, Imam yang sebagai pengepul juga tidak melakukan transaksi bibit porang dengan petani pada bulan November atau Desember. Menurut Imam, hal tersebut bisa meminimalisir hilangnya bibit porang karena setiap masyarakat sudah memiliki bibit porang masing-masing.

“Saya stop transaksi di bulan 11 atau 12 itu bukan berarti yang jual ke saya engga ada dan yg beli ke saya engga ada. Masih banyak. Transaksi bibit ya, yang masih minta ke saya banyak dan yang mau jual ke saya banyak. Tapi saya stop transaksi itu buat antisipasi keamanan aja,” pungkas Imam.

Imam menjelaskan, yang mahal pada tanaman porang adalah bibitnya. Harga umbi kecil yang dijual sebagai bibit, tahun lalu mencapai Rp150.000/Kg. Bibit jenis katak, tahun lau mencapai harga Rp470.000/Kg. Sedangkan harga biji spora, tahun lalu mencapai Rp1,5 juta. Meskipun demikian, petani hanya perlu membeli bibit porang sekali saja karena setelah masa panen para petani juga memperoleh bibit untuk musim tanam selanjutnya.

Imam yang sebagai ketua kelompok tani (Poktan) Subur Jaya menilai prospek porang kedepannya sangat bagus karena target pasarnya adalah ekspor. Melihat potensi tersebut, para petani di Mancakpun tertarik untuk menanam porang.

“Ini bisa dibilang kebutuhan pokok karena permintaannya dari berbagai negara,” kata Imam.

Harga umbi pada dua minggu terakhir ini, kata Imam, berada di kisaran Rp6.000 sampai dengan Rp6.200 per Kilogram (Kg) dari petani. Sedangkan pabrik menerima dengan harga Rp7.200/Kg. Untuk harga umbi yang sudah diolah menjadi chips adalah Rp42.500 pada tanggal 1 september 2021. Nilai ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.

“Tahun kemarin itu harga umbi dibuka di harga Rp7 ribu dan ditutup di harga Rp12 ribu,” ujar Imam.

Masih kata Imam, penurunan harga tersebut karena permintaan ekspor sedang menurun. Meskipun produksi menurun, lanjut Imam, tetapi permintaan bibit tetap tinggi. (Mg-Fitra)