Sepanjang Jalan Tol Serang-Panimbang, Kemenperin Tak Izinkan Ada Industri Berat

127
Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin RI Ignatius Warsito saat menjadi pembicara di agenda Banten Economic Forum Seri 1-2021 yang di gelar Bank Indonesia Provinsi Banten, Selasa (23/3). Foto/ tangkap layar zoom meeting BI Banten.

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) menegaskan, sepanjang Jalan Tol Serang-Panimbang hanya akan mendorong pembangunan industri kecil dan menengah.

“Tidak ada pembangunan industri berat. Kami akan optimalkan industri kecil dan menengah berbasis pertanian, peternakan secara digital,” kata Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin RI Ignatius Warsito, dalam agenda Banten Economic Forum Seri 1-2021 yang di gelar Bank Indonesia Provinsi Banten melalui aplikasi zoom, Selasa (23/4).

Salah satu alasannya kata dia, terkait mitigasi penanganan terhadap bencana alam.

“Lokasinya rawan dengan bencana, cukup di Cilegon saja yang ada industri berat disana (Banten Selatan) jangan. Supaya ada keseimbangan (antara industri besar, menegah dan kecil),” kata mantan Kedutaan Perindustrian di Jepang tahun 2011 tersebut.

Lanjut Ignatius, optimalisasi industri skala kecil dan menengah ini juga menjadi penyeimbang bagi industri besar yang sudah berdiri diberbagai wilayah pulau Jawa.

“Banten ini punya culture, kalau saya lihat di Jepang perpaduan industri dan budayanya sudah bagus. Itu bisa mengundang investor untuk investasi di industri yang sudah ada seperti Tanjung Lesung,” jelasnya.

Masih kata Ignatius, Kemenperin juga terus mendukung pembangunan industri dikawasan Banten Selatan supaya industri kelas kecil dan menengah punya daya ungkit ekonomi.

“Kuncinya ada di rantai pasok, supaya saling melengkapi. Dan itu perlu dikaji secara komperhensip,” tutup Ignatius. (Raden)