Minggu, 14 Juli 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Selaraskan Arahan Presiden dalam Rakornas, BI Banten Inisiasi Sekolah Lapang Produk Pertanian Holtikultura

Esih Yuliasari

| 14 Juni 2024

| 19:00 WIB

BI Banten
Soft launching sekolah lapang. (FOTO: DOK. BI BANTEN).

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2024 digelar pada Jumat (14/6/2024).

Kegiatan tersebut diadakan secara hybrid di Istana Negara dan dipimpin langsung oleh Presiden RI, mengusung tema “Pengamanan Produksi dan Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok Untuk Mendukung Stabilisasi Harga”.

Para Gubernur se-Indonesia, Bupati/Walikota nominasi, dan Pimpinan Kementerian/Lembaga turut serta dalam kegiatan ini.

Adapun rakornas yang dilaksanakan merupakan forum strategis yang menjadi wadah bagi para pemimpin dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah-langkah dalam menjaga stabilitas inflasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi kepada Presiden, kepala daerah dan seluruh anggota TPIP dan TPID dalam sinergi pengendalian inflasi.

Hal tersebut didukung eratnya sinergitas pengendalian inflasi oleh Pemerintah Pusat dan daerah serta konsisensi kebijakan daerah dalam koordinasi erat tim pengendalian inflasi pusat dan daerah.

“BI terus mempererat sinergi dengan pemda melalui program Gerakan Nasonal Pengendalian inflasi Pangan (GNPIP) di 46 kantor perwakilan untuk mendukung produksi pangan, dan peningkatan efisiensi rantai pasok untuk mendukung stabilitas harga,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada semua daerah yang telah bekerja keras dalam melalukan pengendalian inflasi.

Presiden menginstruksikan agar setiap daerah dapat mendukung penyediaan air di lahan pertanian melalui irigasi dan pompanisasi.

Presiden juga meminta setiap daerah memproduksi komoditas unggulan menggunakan teknologi atau smart farming, melakukan riset, membuat percontohan dan replikasi serta mengundang investasi untuk membangun pabrik pengolahan untuk mendapatkan nilai tambah.

“Di samping itu, perlu membangun sistem distribusi pangan yang terintegrasi sehingga produktivitas dan pengendalian inflasi dapat dijaga dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas usaha keras dalam pengendalian inflasi, Presiden menyerahkan penghargaan kepada pemenang Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2024.

Penghargaan ini diberikan kepada TPID yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam menjaga stabilitas harga di daerahnya.

Pada waktu yang sama, di Provinsi Banten diselenggarakan kegiatan menyaksikan bersama Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 di KPwBI Provinsi Banten.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza menuturkan kegiatan tersebut bertujuan untuk menyimak arahan Presiden terkait pengendalian inflasi.

“Selain itu juga memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas inflasi,” terangnya.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Banten, Asda II Provinsi Banten, Pj. Walikota Serang, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, OPD, akademisi, perbankan, dan kelompok tani.

Lebih lanjut, sebagai upaya penyelarasan arahan Presiden dalam Rakornas, juga dilakukan Soft Launching Penumbuhan Sekolah Lapang Produk Pertanian Hortikultura Secara Terintegrasi, Digital dan Berkelanjutan yang berlokasi di Sawah Luhur, Kota Serang.

“Tujuan dari pembentukan sekolah lapang tersebut adalah menumbuhkan sekolah lapang produk pertanian hortikultura dengan produktivitas tinggi, menghasilkan demplot dengan produktivitas tinggi, adopsi pertanian ramah lingkungan, replikasi best practices: implementasi teknologi dan digitalisasi,” paparnya.

“Mendukung terciptanya ekosistem agrowisata di Kota Serang, dan pengembangan hilirisasi produk hortikultura untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” sambung Ameriza.

Adapun, lanjutnya, pemilihan area di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang didasari oleh kondisi tanah yang subur dan cocok untuk budidaya hortikultura, serta lokasi yang berjarak cukup dekat ke pusat Kota Serang.

“Di dalam area akan dikembangkan fasilitas yang mendukung kegiatan pertanian dan edukasi, termasuk sekolah lapang yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi petani penerapan teknik budidaya good agricultural practices serta implementasi teknologi pertanian modern,” ungkapnya.

Ke depan, sekolah lapang dan pengembangan demplot hortikultura diharapkan dapat menjadi role model yang dapat direplikasi di daerah lain.

“KPwBI Provinsi Banten juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya dalam pengendalian inflasi pangan melalui program 4K (keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif) serta memperkuat pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Provinsi Banten,” pungkas Ameriza.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top