Selama Pandemi Covid-19, Stok dan Harga Pangan di Banten Terkendali

69
Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar saat mengikuti webbinar melalui platform Zoom bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan
SERANG, EKBISBANTEN.COM – Selama masa pandemi virus korona atau Covid-19 di Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder terkait terus berupaya untuk menjaga agar stok kebutuhan pangan tetap aman dengan harga yang masih terkendali. Hasilnya, kondisi pasokan bahan pangan dan harga masih relatif stabil dan terkendali bahkan saat memasuki bulan Ramadhan 1441 hijriyah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar saat mengikuti webbinar melalui platform Zoom bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada Kamis (30/4).


Sekda Pemprov Banten Al Muktabar mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka membahas upaya pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan pangan pokok ditengah pandemi virus korona serta selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2020. dalam kegiatan ini Al Muktabar juga didampingi Kepala OPD anggota TPID Provinsi Banten yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Plt Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Banten.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh lintas kelembagaan di tingkat pusat dan TPID Provinsi

“Secara umum stok bahan pokok yang berada di pasar, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dalam kondisi yang mencukupi,” kata Al Muktabar

Menurut Al Muktabar, harga tetap stabil karena pedagang telah mampu menyiasati kondisi dengan melakukan pembelian secara kontinue kepada pemasoknya untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama masa tanggap Covid-19. Sementara pasokan bahan pokok sampai dengan hari ini masih terkendali, meski ada beberapa bahan pokok seperti gula kristal putih (GKP) yang kondisi nya belum sepenuhnya normal.

“Hal ini pun sesuai dengan kondisi secara nasional, namun kondisi ini sudah diantisipasi dengan akan masuknya gula secara cukup ke pasaran dalam minggu ini,”jelasnya

Atas hal itu, Sekda Pemprov Banten melaporkan bahwa akan menindaklanjuti Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.114-Huk/2020 tentang Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) virus korona (Covid-19) di wilayah Provinsi Banten.


Dalam kegiatan ekonomi masyarakat dibahas pula upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah terkait penanganan virus korona serta beberapa langkah-langkah strategis juga dilakukan demi mencegah penyebaran virus korona semakin meluas diantaranya seperti menyurati APINDO, APRINDO dan APPBI agar dapat menyediakan hand sanitizer di depan gerai/toko usaha nya serta menyediakan hand sanitizer di lingkungan industry atau pabrik, melakukan koordinasi kepada industri kimia dan produsen kimia agar dapat membantu penyediaan bahan baku pembuatan hand sanitizer/disinfektan, serta meminta kepada Dinas yang membidangi perdagangan di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten agar dapat menyediakan hand sanitizer dan melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar pasar Rakyat yang berada di wilayahnya masing-masing.

Selain itu melakukan sidak ke Pasar Rau bersama Tim Satgas Pangan Polda Banten dalam rangka memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran juga diperlukan.

“Karena, Pasar Rakyat merupakan salah satu lokasi yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penularan virus korona, namun pasar rakyat adalah tempat bagi masyarakat (khususnya kalangan bawah) untuk bertransaksi dan memperoleh barang atau bahan pokok. Selain itu, Pasar Rakyat juga simpul penggerak ekonomi kerakyatan, terdapat ekosistem yang menggantungkan hidup nya di tempat tersebut. Mulai dari pedagang, karyawan kios/toko, supplier, kuli angkut, jasa kebersihan & keamanan, tukang parkir dan lainnya,” jelasnya

Secara umum, lanjut Al Muktabar, berdasarkan laporan yang dihimpun dari para pengelola Pasar Rakyat di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten tidak terdapat pasar rakyat yang secara khusus ditutup.

Terkait hal itu, telah dilakukan beberapa hal agar kesinambungan pasar rakyat tetap berjalan dan resiko penularan virus korona dapat ditekan, yaitu dengan penyemprotan disinfektan, sosialisasi physical distancing & layanan online, penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun.

Kemudian layanan pemesanan online kepada konsumennya telah dilakukan oleh beberapa pasar seperti Pasar Anyar Tangerang, Pasar Baru Kranggot Cilegon dan Pasar Rau Serang.

“Dengan adanya layanan online ini masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya dan pedagang dapat terus berusaha mencari nafkah,”kata Al Muktabar.



Al Muktabar juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Banten, hampir semua Mall di Banten menerapkan jam buka pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.


Diketahui beberapa tempat perbelanjaan yang ada di Provinsi Banten juga turut ditutup diantaranya, Mall of Serang, Mayofield Mall di Kota Cilegon, SMS, QBiq, Tangcity Mall, dan kemudian diharpakan pusat perbelanjaan lainnya ikut menyusul. Kecuali supermarket dan farmasi yang tetap buka guna memenuhi kebutuhan masyarakat. (*/Yohana)