Selain Oseng Buntut, Greenotel Cilegon Jadikan Rabeg Kambing Sebagai Menu Andalan

18
Greenotel Cilegon
Menu rabeg kambing (Foto: Istimewa).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Banyak cara yang dilakukan para pelaku bisnis untuk menunjukkan kecintaannya terhadap Indonesia. Salah satunya dengan berinovasi melalui kuliner yang memiliki cita rasa nusantara. Hal itulah yang coba ditunjukkan oleh restoran di Greenotel Cilegon dengan menghadirkan Rabeg Kambing sebagai menu andalan.

Hotel bintang tiga yang berlokasi di Komplek Cilegon Green Megablock, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon menghadirkan dua menu andalan, salah satunya menu khas Kota Cilegon yaitu ‘Rabeg Kambing’.

Rabeg merupakan menu olahan daging yang dicampuri dengan rempah-rempah dan sudah sangat familiar di masyarakat Kota Cilegon.

Rabeg sendiri sebenarnya memiliki sejarah, di mana makanan tersebut merupakan salah satu hidangan para raja di Banten dalam momen-momen tertentu saja.

“Sejarah itu menarik. Kita kemas di sini, kita jadikan salah satu menu andalan kita, rabeg kambing nah itu ceritanya. Karena kita melihat ada histori yang menarik, kedua karena kondisi di Cilegon hanya sedikit yang menawarkan dan kemudian kita harus menonjolkan nilai lokal kalau dari hotel, kalau pariwisata kan kearifan lokal jadi nomor satu yang kita tawarkan rabeg kambing,” kata General Manager Greenotel Cilegon Jonathan Wijaya kepada Ekbisbanten.com, Selasa (16/11/2021).

Selain rabeg kambing, dikatakan Jonathan, restoran di Greenotel Cilegon juga menghadirkan menu ‘Oseng Buntut’. Pilihan menjadikan oseng buntut sebagai menu andalan ternyata bukan tanpa sebab. Lagi-lagi ia mengaku karena kecintaan terhadap cita rasa nusantara dan menjadi kegemaran banyak orang Indonesia.

“Karena kita melihat orang Indonesia ini suka banget makan sop buntut. Menu yang terkenal di kalangan orang-orang Indonesia di mana-mana, karena yang gampang untuk dipilih ketika bingung pilih menu,” ujarnya.

“Cuma di sini kita beri sentuhan yang berbeda, bukan sop tapi oseng buntut. Gaya masaknya digoreng, oseng dengan bumbu pilihan kami dan disajikan dengan nasi goreng oriental,” sambungnya.

Bagi Anda yang tertarik, kedua menu andalan tersebut dibanderol seharga Rp 75 ribu untuk rabeg kambing dan Rp 85 ribu untuk oseng buntut. Kedua menu tersebut dapat Anda santap di restoran Greenotel Cilegon dengan dua tipe, yakni indoor dan outdoor yang masing-masing bernama Comuza dan Kayu Manis Lounge.

“Penjualannya bagus. Setiap hari selalu ada saja yang membeli,” ucap Jonathan.

Jonathan mengungkapkan, dirinya termotivasi untuk mengusung tema keindonesiaan di hotelnya sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia. Terlihat dari desain interior hingga pernak-pernik di Greenotel Cilegon bernuansa Indonesia.

“Hotel ini mau menunjukan satu identitas keindonesiaan. Kalau dilihat keliling hotel ini semua barang produksi Indonesia, kita pilih nuansa kayu, finishing restoran juga gak dicat, itu semua dari kayu. Memang identitas yang mau kita berikan Indonesia banget lah kira-kira begitu. Desain interior yang natural, kemudian balik ke menu menyesuaikan identitas yang mau kita junjung,” ujarnya.

Untuk diketahui, restoran di Greenotel Cilegon bukan hanya diperuntukkan bagi tamu yang menginap saja, melainkan terbuka secara umum untuk masyarakat Kita Cilegon maupun luar Cilegon.**