Sektor Pertanian Dongkrak Perekonomian Banten

8
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja (tengah) saat memaparkan Laporan Perekonomian Provinsi Banten Periode Mei 2021 di Anyer, Selasa (22/6). Foto: Ismatullah / Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBSBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten meyatakan, kondisi perekonomian Provinsi Banten pada triwulan I 2021 semakin tumbuh membaik.

“Perekonomian Banten semakin tumbuh membaik, secara quarter to quarter, pertumbuhan perekonomian Banten tumbuh sebesar 0,78 persen dan secara year on year kontraksi semakin mengecil menjadi sebesar minus 0,39 persen,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja pada kegaitan Taklimat Media Laporan Perekonomian Provinsi Banten Periode Mei 2021 di Anyer, Selasa (22/6)

Erwin menjelaskan, perbaikan ini sejalan dengan aktivitas ekonomi global yang terus membaik terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi AS yang semakin menguat. Selain itu perekonomian nasional juga menunjukan perbaikan sebagaimana ditunjukan oleh berbagai indikator dini, seperti perbaikan ekspektasi konsumen dan penjualan online.

“Secara sektoral, perbaikan kondisi ekonomi Provinsi Banten terutama didorong oleh peningkatan pada hampir seluruh sektor utama di Provinsi Banten,” katanya.

Beberapa sektor yang tumbuh meningkat pada triwulan I 2021 antara lain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pengadaan air, sektor informasi dan komunikasi, sektor konstruksi, serta sektor real rstate.

“Dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan ini terutama didorong oleh membaiknya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB),” katanya.

Sedangkan, dari sisi lain, konsumsi rumah tangga dan net ekspor total secara triwulanan juga mengalami perbaikan, meskipun secara tahunan masih terkontraksi tipis sebesar minyys 1,69 persen (yoy) dan minys 4,62 persen (yoy).

“Secara keseluruhan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 untuk Provinsi Banten dan delapan kota/ kabupaten mengalami penurunan sejalan dengan kebijakan refocussing anggaran dalam rangka penanggulangan dampak pandemi Covid-19,” katanya.

“secara akumulatif, pagu Pendapatan APBD Pemerintah Provinsi dan kabupaten/ kota mengalami penurunan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun 2020,” katanya.

Pagu belanja wilayah Banten meningkat sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai dengan triwulan I tahun 2021, realisasi Pendapatan APBD Pemerintahan Provinsi Banten dan delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten senilai Rp6,28 triliun atau mencapai 17,6 persen dari target 2021, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2020 yang juga mencapai 17,1 persen.

Sementara itu, realisasi belanja APBD senilai Rp3,79 triliun atau 9,1 persen dari total pagu belanja, lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 11,6 persen.

Dari sisi perkembangan harga, Inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2021 tercatat sebesar 1,39% (yoy), lebih rendah dibandingkan historis inflasi 3 tahun terakhir maupun inflasi triwulan IV 2020 yang masing-masing sebesar 3,41% (yoy) dan 1,45% (yoy).

“Selain belum pulihnya konsumsi masyarakat, rendahnya inflasi Banten tersebut juga  dipengaruhi oleh menurunnya tekanan pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya,” katanya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, inflasi pada Tekanan inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2021 diperkirakan meningkat secara tahunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Percepatan pemulihan ekonomi didukung perluasan vaksinasi akan mendorong berlanjutnya tren peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat serta menyebabkan peningkatan tekanan inflasi,” pungkasnya. (ismet)