Sekjend Kemensos Pantau Penyaluran Bansos, Minta Bank Penyalur Lakukan Door To Door

32
Kemensos RI
Salah satu penerima bantuan sosial dari Kemensos RI di E-Warong Cibeber Makmur. (Foto: Maulana/Ekbisbanten)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia Harry Hikmat melakukan kunjungan kerja di Kota Cilegon pada Jum’at (11/2/2022).

Kunjungan kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini agar semua pejabat di lingkungan Kementerian Sosial melakukan percepatan pencairan bantuan sosial di sejumlah daerah.

Dalam kunjungan kerjanya, Harry Hikmat mendatangi dua titik lokasi pencairan bantuan sosial yakni kantor Bank Mandiri Kota Cilegon di Jalan Letjen Suprapto dengan jumlah 939 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan di E-Warong Cibeber Makmur, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber dengan jumlah 404 KPM.

Diketahui, pencairan bansos yang dilakukan hari ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako Reguler, BPNT/Kartu Sembako PPKM dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Harry Hikmat mengatakan, di Kota Cilegon ternyata masih cukup banyak ditemukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum melakukan transaksi.

Hal itu terjadi lantaran sulitnya menghadirkan kelompok rentan penerima manfaat ke kantor bank karena kondisi fisik mereka.

“Dari pengalaman di beberapa daerah, kebanyakan kurangnya akselerasi salur bansos terkait dengan bagaimana menjangkau kelompok rantan, yakni lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena kondisi yang mereka alami, tidak mudah menghadirkan mereka ke kantor bank,” katanya.

Oleh karena itu, agar terjadinya percepatan penyalurah bantuan sosial tersebut, Harry Hikmat mengimbau kepada berbagai pihak untuk meningkatkan koordinasi dan bank penyalur agar bernisiatif jemput bola.

“Bank saya minta untuk bergerak door to door mendatangi KPM,” ujarnya.

Untuk menunjang kegiatan door to door itu, Harry Hikmat meminta dukungan semua pihak termasuk Pemerintah Daerah untuk menggunakan berbagai fasilitas yang memungkinkan salur bansos mendekati lokasi tinggal KPM.

“Apakah itu kantor Camat, kantor desa/Lurah, atau fasilitas lain yang memungkinkan,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Daerah Penerima Bantuan Dinas Sosial Cilegon Irma menyebutkan ada sekitar 15 ribu KPM di Kota Cilegon. Namun, hingga kini baru 12 ribu yang telah tersalurkan.

“Kendalanya karena inikan PPKM ya, kalo misalkan untuk kendala, PPKM ini ada yang mampu, ada yang meninggal tunggal ada yang pindah ke kabupaten lain,” ujarnya.

Meski begitu, Irma menyampaikan pihaknya tetap berupaya untuk menyalurkan dan mencari keberadaan KPM tersebut.

“Nilai bantuannya Rp 200 ribu per bulan, kalau misalkan yang ini bantuan PPKM hanya 6 bulan saja, jadi seluruhnya Rp 1,2 juta,” ucapnya.***