Sekda, Informasi Publik Harus Terbuka dan Transparan

44

Pandeglang, Ekbisbanten.com – Sekretaris Daerah (SEKDA) Pery Hasanudin memberikan arahan kepada para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi bahwa penyebaran informasi publik harus terbuka dan  transparan, saat membuka acara Bimtek PPID Pembantu di Hotel S’Rizki, Rabu (31/7).

Sekretaris Daerah (SEKDA) Pery Hasanudin mengatakan, penyampaian informasi publik harus dilakukan secara terbuka dan transparan, karena keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan Pemerintahan.

“Tuntutan masyarakat terkait keterbukaan informasi harus disikapi dengan bijak, apalagi diera saat ini keterbukaan informasi harus disampaikan secara terbuka,” kata Pery Hasanudin.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah daerah telah membuat pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 65 tahun 2019, didalam peraturan tersebut tertuang pedoman dan tata cara pengelolaan dan pelayanan informasi dan dokumentasi yang harus dilaksanakan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Keterbukaan informasi publik harus di sampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan dapat diakses oleh setiap pengguna, agar menghasilkan layanan informasi yang berkualitas, transparan serta dapat dipertanggung jawabkan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang Wawan Ruswandi mengungkapkan, saat ini diera keterbukaan dan transparansi, lembaga publik wajib memberikan informasi sesuai dengan aturan yang ada.

“Hal ini merupakan bagian standar penilaian, dalam penyebaran informasi publik apakah sudah demokratis atau tidak,” ujar Wawan Ruswandi.

Lanjut Wawan,  kegiatan bimbingan teknis pejabat pengelola informasi dan dokumentasi PPID pembantu di ikuti oleh para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi lingkup Pemkab Pandeglang.

“Tujuan di gelarnya Bimtek PPID yaitu untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik dan meningkatkan pengetahuan serta pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi,” kata Wawan. (Fikram)