Sejarah Singkat Latarbelakang 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan

20
Hari Pahlawan
Sultan Maulana Hasanuddin Banten (Foto: Wikipedia).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Tanggal 10 November setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Namun, apakah yang melatarbelakangi 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan? Mari kita bahas.

Mengutip dari ditsmp.kemdikbud.go.id bahwa yang melatarbelakangi 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan adalah pertempuran besar yang terjadi antara pihak tentara Indonesia dengan pasukan Inggris. Pertempuran itu adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Kendatipun sebelumnya antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada 29 Oktober 1945 dan membuat keadaan berangsur-angsur mereda, namun tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945.

Usut punya usut, dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh pihak tentara Indonesia, hal itu memantik api kemarahan pasukan Inggris hingga mengakibatkan Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh (pengganti Brigadir Jenderal Mallaby) mengeluarkan ultimatum 10 November 1945. Isi ultimatum tersebut adalah meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris.

Selain itu, mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan.

Namun dengan gagah dan berani, ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945, selama lebih kurang tiga minggu lamanya.

Saking besarnya pertempuran tersebut hingga mengakibatkan 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban yang sebagian besar merupakan warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan Kota Surabaya dan tercatat sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur. Dengan kerugian yang tidak sedikit itu membuat medan pertempuran Surabaya kala itu tak ubahnya seperti “neraka”.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenang hingga saat ini sebagai kota pahlawan.

Begitulah sejarah singkat latarbelakang peringatan 10 November sebagai Hari Pahlawan. Sejatinya, Hari Pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat pada setiap tanggal 10 November saja, namun lebih dari itu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu terus dikenang sepanjang masa oleh kita semua.**